banner lebaran

Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara Terus Maju di Malang

35

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

MALANG — Berawal dari langkah sederhana seorang pemuda asal Lamongan, Jawa Timur, untuk memberikan sebuah kontribusi nyata kepada bangsa dan negara, khususnya dalam dunia literasi, sejak April 2015 lalu, Imam Arifa’illah, berhasil mendirikan sebuah komunitas Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara (GPAN). Berkat tekad kuatnya itu, kini GPAN sudah berada di 12 regional daerah di Indonesia, termasuk Malang.

Talkshow GPAN di Malang

“GPAN merupakan sebuah komunitas yang didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak,” jelas founder GPAN, Imam, dalam sebuah acara talkshow di Aula Skodam, Kamis (16/2/2017).

Menurutnya, saat ini banyak masyarakat yang beranggapan, membeli buku itu mahal sehingga mereka lebih memilih membeli kebutuhan yang lainnya daripada membeli buku. Padahal, di satu sisi, banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dengan banyak membaca buku. “Saya yakin, orang yang gemar membaca, cara pandang untuk menyelesaikan suatu masalah itu akan sangat luas, sehingga mampu memudahkan mereka dalam menyelesaikan masalahnya,” terangnya.

Karena itu, lanjutnya, ke depan pihaknya ingin bekerjasama dengan beberapa lembaga untuk bisa meningkatkan minat baca masyarakat. Sementara itu, Deviana Safitri, Ketua GPAN Regional Malang mengatakan, selama kurun waktu 2 tahun hadirnya GPAN Regional Malang, sudah ada beberapa langkah sederhana dan juga program yang sudah dilakukan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak. “Kami telah melakukan program bocah pustaka, di mana dalam program tersebut kita memberikan motivasi dan pembelajaran kepada anak-anak, khususnya yang tidak mampu. Dan, kita juga punya tempat binaan, yaitu di Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau,” jelasnya.

Selain itu, sambungnya, pihaknya juga ada program sambang sinau, cinta literasi, instanbuk serta program gelar buku di Car Free Day (CFD) Jalan Ijen, setiap dua minggu sekali. “Bagi yang ingin bergabung dengan GPAN Malang, bisa menghubungi kontak GPAN di Facebook, Instagram, dan blog. Siapa saja boleh bergabung dan tidak ada biaya sama sekali, hanya mengisi form dan wawancara,” pungkasnya.

Jurnalis: Agus Nurchaliq/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Agus Nurchaliq

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.