Golden Heritage Coffee Malang Hadirkan Nitro Cold Brew Coffee

SENIN, 13 FEBRUARI 2017

MALANG — Untuk menikmati racikan secangkir kopi dari tangan para barista (peracik kopi) handal, sekarang  bukanlah sesuatu yang sulit didapatkan di Malang. Saat ini hampir di berbagai penjuru kota Malang dalam beberapa tahun belakangan ini terus bermunculan coffee shop atau kedai kopi yang menawarkan berbagai varian pilihan menu kopi. Dengan semakin menjamurnya kedai kopi di Kota Malang, mau tidak mau membuat para pelaku usaha minuman berwana hitam pekat tersebut terus berinovasi menghadirkan menu kopi  berbeda atau bahkan belum ada di kedai kopi di tempat lain.

Berlokasi di Jalan Raya Tidar Kota Malang, sejak 2015 hadir sebuah coffee shop ‘Golden Heritage Coffee’ yang mengusung konsep pabrik kopi dan menawarkan beberapa varian baru menu kopi yang diklaim belum ada di kedai kopi lainnya di Malang.

Yurike Tedjakusmana.

“Sebenarnya Golden Heritage Coffee sudah ada sejak 2011 tetapi berada di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo selama tiga tahun. Namun setelah mendapatkan tempat yang lebih baik akhirnya kita pindah ke Tidar ini mulai 2015,” jelas pemilik Golden Heritage Coffee, Yurike Tedjakusmana, kepada Cendana News, Minggu (12/2/2017).

Yurike menceritakan, berawal dari latar belakang keluarga suaminya yang sudah lama bergelut dalam dunia kopi dan memiliki pabrik kopi sendiri di daerah Dampit, dari situ kemudian  Yurike memiliki keinginan untuk membuka usaha kedai kopi. Dengan menghadirkan mesin-mesin berat untuk mengolah kopi ke dalam desain kedai kopinya, ia ingin membawa para pelanggannya seakan-akan berada di pabrik kopi saat mereka datang ke kedai kopi miliknya tersebut.

“Jadi di sini pengunjung  tidak hanya sekadar menikmati secangkir kopi tetapi juga bisa melihat secara langsung proses pengolahan kopi dari kopi mentah menjadi kopi goreng. Kemudian dari kopi goreng tersebut kita olah lagi menjadi kopi bubuk dan disajikan dengan berbagai macam metode penyeduhan sehingga menjadi secangkir kopi,” tuturnya. Oleh karena itu, tandasnya, juga dihadirkan mesin sortir biji kopi dan mesin rosting kopi di Golden Heritage Coffee.

Proses pembuatan nitro cold brew coffee.

Selain menghadirkan mesin-mesin pengolahan kopi ke dalam desain kedai kopinya tersebut, Yurike juga menambahkan beberapa potongan foto di dindingnya yang menggambarkan proses perjalanan dari biji kopi hingga menjadi secangkir kopi yang nikmat.

Sementara itu bagi para pecinta kopi, rasanya tidak salah jika memilih Golden Heritage Coffee sebagai tempat favorit untuk menikmati secangkir kopi. Karena di kedai ini menyediakan berbagai jenis kopi yang berasal dari delapan daerah di Indonesia termasuk juga Kopi Luwak yang kini menjadi tren di kalangan pecinta kopi.

“Saat ini kami memiliki menu baru yakni nitro cold brew atau nitro coffee yang teknologinya sendiri berasal dari Amerika dan belum ada di Malang selain di Golden Heritage Coffee. Ada empat varian rasa nitro coffee yaitu black, latte, mocha dan Vietnam style,” terangnya.

Disebutkan, cold brew (seduh dingin) adalah suatu teknik menyeduh kopi bubuk menggunakan air suhu ruang atau air dingin (0-25?C) dalam jangka waktu tertentu yang umumnya berkisar  antara 12-24 jam. Sedangkan nitro cold brew sendiri merupakan cold brew coffee yang di-infused (diresapi) menggunakan gas nitrogen dengan tekanan tinggi. Menurutnya, dengan penggunaan tekanan gas nitrogen yang tinggi tersebut mampu menghasilkan sensasi minuman kopi dingin yang berbeda.

Nitro cold brew coffee.

“Saat nitro cold brew coffee dituang ke dalam gelas maka menghasilkan efek seperti air terjun di dalam gelas sehingga mampu menciptakan sensasi rasa yang lebih segar dan lembut saat dikonsumsi. Selain itu juga dapat meningkatkan kadar cafein menjadi dua kali lipat,” ungkapnya. Bahan baku dari nitro cold brew coffee yaitu berupa campuran dari 8 jenis kopi Indonesia, air dan gas nitrogen. Untuk secangkir nitro cold brew coffee, perempuan asli Palembang tersebut mematok harga berkisar antara 27-31 ribu rupiah.

Lebih lanjut Yurike mengaku, selain menyediakan berbagai menu varian kopi, Golden Heritage Coffee juga menjual berbagai jenis minuman dan juga makanan lezat yang siap menggoyang lidah penikmatnya. Meskipun saat ini konsumennya kebanyakan berasal dari kalangan menengah ke atas, tetapi tidak sedikit juga mahasiswa hingga ibu-ibu yang menjadi pelanggan setianya. Bahkan terkadang Golden Heritage Coffee juga sering dijadikan sebagai tempat arisan para ibu.

Tata ruang Golden Heritage Coffee.

“Jumlah pengunjung  bervariasi, tapi yang pasti di atas 100 orang per harinya, karena kita buka mulai dari jam 07.00-23.00 WIB,” ujarnya.

Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq

Komentar