Gubernur BI: Perekonomian 2017 Dibayangi Ketidakpastian

181

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Agus Dermawan Wintarto Martowardojo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) memperkirakan atau memprediksi bahwa kondisi perekonomian secara global (dunia) sepanjang tahun 2017 masih dibayang-bayangi ketidakpastian. Hal ini tentu saja berdampak atau berpengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap perekonomian Indonesia.

Agus Dermawan Wintarto Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia.

Menurut Gubernur BI, salah satu faktor yang cukup mempengaruhi kondisi perekonomian dunia (global) adalah terpilihnya Donald Trump sebagai presiden baru Amerika Serikat. Kebijakan Donald Trump yang “tidak biasa” atau kontroversial, khususnya di bidang perekonomian, tentu saja mempengaruhi reaksi atau sentimen pasar yang beragam.

Ada beberapa kebijakan di bidang perekonomian Presiden AS Donald Trump yang memicu kontroversi, salah satunya terkait dengan kebijakan fiskal. Kaitannya dengan suku bunga acuan yang telah ditetapkan oleh The Fed atau Bank Sentral Amerika Serikat Reserve. Perkembangan perekonomian dunia sedikit banyak dipengaruhi berbagai rencana atau kebijakan Presiden Donald Trump yang sangat agresif dan tidak terduga sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) telah mengambil berbagai langkah strategis sebagai bagian dari antisipasi terhadap ketidakpastian perekonomian global (dunia). Salah satunya adalah memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yaitu sebesar 4,75 persen. Demikian, salah satu hasil keputusan yang dihasilkan dalam RDG BI yang telah diselenggarakan selama 2 hari.

“Proyeksi atau prediksi kondisi perekonomian secara global (dunia) tahun 2017 masih dibayangi ketidakpastian, jelas mempengaruhi kondisi perekonomian di Indonesia. Namun kami optimis pertumbuhan kondisi perekonomian Indonesia tahun 2017 sebesar 5 hingga 5,4 persen atau lebih baik dibandingkan pertumbuhan perekonomian Indonesia tahun 2016 sebesar 5,02 persen,” kata Gubernur BI, Agus Dermawan Wintaro Martowardojo, kepada wartawan, Kamis malam (16/2/2017).

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Baca Juga
Lihat juga...