Harga Jual Tinggi, Petani Gambir di Sumbar Raup Puluhan Juta Rupiah dalam 2 Pekan

1.653

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

PADANG — Petani gambir di Desa Kayu Gadang, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, saat ini tengah menikmati hasil jerih payahnya. Dengan harga jual gambir yang kini mencapai harga tertinggi, membuat para petani gambir meraup puluhan juta rupiah hanya dalam waktu 2 minggu.

Petani gambir sedang menjemur gambir.

Salah-satu petani gambir di Desa Kayu Gadang, Riko, mengatakan, dalam waktu dua minggu ini ia mendapatkan uang sebesar Rp. 25 Juta, dari hasil menanam gambir di lahannya seluas 2,5 hektar. Diakuinya, butuh kerja keras dan proses yang panjang untuk menghasilkan gambir yang berkualitas bagus. Mulai dari perawatan tanaman gambir dan pemenuhan kebutuhan pupuk jenis urea hingga 10 karung. “Pertama, gambir yang daunnya sudah diambil, harus dipupuk agar daunnya kembali muncul dengan kualitas yang bagus,” katanya, Kamis (16/2/2017).

Sementara itu, pemupukan merupakan langkah perawatan bagi tanamam gambir, setelah daun-daunya dipanen. Daun-duan gambir itu lalu direbus dan airnya diendapkan untuk mendapatkan getah gambirnya. Proses merebus daun gambir ini membutuhkan orang yang sanggup menghadapi panasnya uap air yang direbus dalam wadah yang disebut kapuk, karena proses perebusan yang cukup lama, hingga 1 jam.

Gambir yang sudah kering.

Setelah diendapkan dan getahnya sudah terlihat, maka bersiap untuk melakukan proses percetakan dengan menggunakan bambu yang telah didesain khusus untuk mencetak gambir. Setelah dicetak, gambir kemudian dijemur di bawah terik matahari. Dari proses panjang dan melelahkan inilah, para petani gambir mendapatkan uang puluhan juta rupiah setelah menjual gambir yang diolahnya. Salah-satu pengumpul gambir di Desa Kayu Gadang, Udin, menyebutkan, saat ini harga gambir basah mencapai Rp. 70.000 per kilogram, dan gambir kering mencapai Rp. 120.000 per kilogramnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumatera Barat, Candra, mengatakan, tanaman gambir di Sumatera Barat mencapai lebih dari 100.000 hektar. Namun  demikian, tidak semua masyarakat di Sumatera Barat menanam gambir. “Daerah yang paling banyak kebun gambir itu di Kabupaten Limapuluh Kota, seluas sekira delapan puluh ribu hektar, dan sisanya dua puluh ribu hektar lebih di Kabupaten Pesisir Selatan,” jelasnya.

Menurutnya, dengan tingginya harga gambir saat ini, turut membantu perekonomian petani gambir yang selama ini benar-benar di ujung putus asa. Pasalnya, sebelumnya harga gambir hanya Rp. 15-17.000 per kilogram. “Gambir di Sumbar ini di ekspor ke India, dan gambir asal Sumbar juga telah mengisi dua puluh lima persen ekspor gambir di Indonesia,” ujar Candra.

Daun gambir.

Canrdra juga mengakui, meski menjadi petani gambir cukup menjanjikan, namun tidak mudah untuk mengajak petani lainnya beralih menanam gambir. Hal ini dikarenakan untuk menjadi petani gambir dibutuhkan kerja keras, dan hidup di kebun. “Selain itu, juga tidak semua jenis tanah bisa menghasil getah gambir yang bagus. Seperti tanah kering, maka getah yang dikeluarkan saat direbus hanya sedikit. Jadi, tanah yang lembab sangat bagus menanam gambir,” pungkasnya.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Muhammad Noli Hendra

Baca Juga
Lihat juga...