Harga Sekilo Cabai Rawit di Boyolali Lebih Mahal dari Harga Daging Sapi

24

SELASA, 14 FEBRUARI 2017

SOLO — Harga cabai rawit di pasaran hingga kini masih bertengger di atas angka Rp. 100.000 per kilogram. Bahkan, di Pasar Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, untuk membawa pulang 1 kilogram cabai rawit merah harus rela merogoh kocek dalam-dalam, hingga Rp. 160.000. Kondisi ini semakin membuat masyarakat kian terhimpit, karena sulit untuk memenuhi kebutuhan cabai harian.

Cabai rawit yang terus naik harganya. 

Pasokan cabai  yang terus berkurang ditengarai menjadi penyebab harga cabai di sejumlah pasar tradisonal di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terus merangkak naik. “Harga cabai sekarang sulit diprediksi. Dalam seminggu bisa naik empat kali,” ungkap Ramto (45), salah-satu pedagang cabai di Pasar Sambi, Selasa (14/2/2017).

Ramto juga mengatakan, kenaikan harga cabai rawit merah hingga tembus Rp. 160.000 itu baru berlansung selama seminggu terakhir. Sebelumnya, cabai rawit merah masih berkisar antara Rp. 140-150.000 per kilogramnya. Selama musim cabai sulit ini, harga cabai sudah mengalami kenaikan hingga lebih dari 10 kali.

Untuk jenis cabai lainnya, kata Ramto, hingga kini juga masih tinggi. Misalnya, untuk rawit hijau yang sebelumnya Rp. 75.000, kini menjadi Rp. 80.000. Cabai keriting dari harga Rp. 47.000 kini naik menjadi Rp. 55.000 per kilogram. “Selain harga cabai naik, pasokan cabai rawit kepada pedagang juga berkurang. Biasanya, pasokan dari Boyolali sendiri bisa mencukupi, sekarang harus mengambil dari daerah lain,” paparnya.

Sejumlah pedagang cabai raiwt di Pasar Sambi, Boyolali, Jawa Tengah

Tingginya harga cabai ini tidak dipungkiri banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Ini dikarenakan dengan mahalnya cabai membuat masyarakat yang hampir setiap hari mengonsumsi cabai menjadi kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. ”Bagaimana lagi, cabai kita setiap hari butuh, tapi kalau harganya mahal seperti ini juga sulit,” ujar Anik, salah-satu pembeli cabai.

Untuk 1 ons cabai, warga Sambi, Boyolali itu mengaku harus mengeluarkan uang Rp. 16.000. Dirinya tidak memungkiri jika dengan kenaikan harga cabai rawit saat ini membuat banyak masyakat yang menjerit. “Coba banyangkan, harga cabai sekarang lebih mahal dari daging sapi. Masyarakat harus dihadapkan dalam kondisi sulit,” imbuhnya.

Anik beserta penjual cabai dan pembeli lainnya sangat berharap, Pemerintah segera turun tangan mengatasi harga cabai, yang menurutnya sudah di luar kewajaran. Tindakan tegas Pemerintah juga harus ditunjukkan kepada pihak-pihak yang berusaha memainkan harga cabai hingga sangat mahal tersebut.

Jurnalis: Harun Alrosid/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Harun Alrosid

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.