Hari Kas Tabur Puja Posdaya Kenanga Simprug

166

SELASA, 7 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Kegiatan Tabur Puja (Tabungan Kredit Pundi Sejahtera) Posdaya Kenanga Simprug dikoordinir Emmy Aznulleily sebagai Kepala Bidang Tabur Puja, merangkap Ketua Posdaya Kenanga Simprug, Intan Nuraini sebagai Bendahara/Kasir, merangkap Ketua Posdaya Bougenville dan Melyana Nursifah, seorang kader muda sebagai Administrasi. Kegiatan mereka dipantau langsung oleh satu orang Asisten Kredit (AK) Tabur Puja Yayasan Damandiri dari Koperasi Sudara Indra. Hari Kas Tabur Puja Kenanga Simprug jatuh pada Senin, setiap pekannya.

Lima Posdaya wilayah Rawa Simprug, yaitu Posdaya Kenanga RW 11, Bougenville RW 09, Singkong RW 05, Cempaka RW 06 dan Anggrek RW 13 di Kelurahan Grogol Selatan, dijadikan satu pintu dalam sistem simpan pinjam Tabur Puja Yayasan Damandiri dengan nama Posdaya Kenanga Simprug. Tujuan disatukannya kelima Posdaya tersebut lebih kepada pertimbangan pembinaan awal untuk Tabur Puja. Di samping itu, pemetaan wilayah Rawa Simprug Grogol Selatan, dengan batas wilayah setiap RW yang cenderung berdekatan, juga menjadi salah-satu pertimbangan.

“Kami sudah menjalankan program Posdaya Tabur Puja Mandiri yang pelatihannya sudah dimulai sejak pertengahan tahun lalu, dan akhirnya diluncurkan di akhir tahun yang sama. Kader masing-masing Posdaya juga masih sedikit, dan wilayahnya berdekatan pula, jadi untuk kegiatan Tabur Puja digabung dulu sebelum masing-masing Posdaya siap untuk berdiri sendiri,” terang Emmy Aznulleily, Ketua Posdaya Kenanga Simprug, Senin (6/2/2017).

Anggota Tabur Puja Kenanga Simprug sudah mencapai 125 orang, yang dihimpun oleh masing-masing Posdaya dari wilayahnya. Tabur Puja Posdaya Kenanga Simprug memiliki 108 orang anggota aktif kegiatan pinjam modal usaha mikro dan 17 orang anggota aktif kegiatan simpan dana pribadi atau menabung. Dari 108 orang kreditur aktif tersebut, perputaran dana Tabur Puja sudah mencapai kurang lebih Rp. 200 Juta. Animo warga yang cukup besar untuk menabung ini adalah hasil edukasi pengurus masing-masing Posdaya kepada anggota maupun warga setempat.

“Ada warga yang belum membutuhkan pinjaman modal usaha, namun mereka belum teredukasi secara baik tentang keuntungan menabung jangka panjang di Koperasi yang memang sangat mudah untuk dicairkan setiap saat. Dan, jika sudah ada tabungan terlebih dahulu, untuk peminjaman suatu saat nanti pasti lebih mudah disetujui,” kata Intan Nuraini, Ketua Posdaya Bougenville.

Untuk kelompok Tanggung Renteng, masing-masing Posdaya memiliki Penanggung-Jawab (PJ). Bahkan, untuk PJ di Posdaya Bougenville dipegang langsung oleh Ketua Posdaya, Intan Nuraini. Walau begitu, sama seperti Posdaya pada umumnya, masing-masing PJ tetap bertanggung-jawab terhadap masing-masing anggotanya, baik untuk pengajuan kredit hingga kedisiplinan anggota dalam membayar cicilan pinjaman. Cara pembayaran cicilan maupun penyerahan tabungan dibuat fleksibel, yakni dapat dikoordinir oleh PJ atau bisa juga anggota melakukan penyetoran secara langsung.

Sejauh ini, kinerja mereka semua cukup bagus, karena dana Tanggung Renteng baru sekali digunakan. Itu pun secara bersama-sama untuk menihilkan Non Performing Loan (NPL) Tabur Puja Posdaya Kenanga Simprug di akhir 2016.

Kegiatan Hari Kas untuk pembayaran cicilan

PJ dan anggota datang melakukan pembayaran cicilan

Kika: Emmy dan Asisten Kredit Tabur Puja Damandiri.

Kika: Pengurus Tabur Puja Posdaya Kenanga Simprug; Emmy Aznulleily sebagai Kabid Tabur Puja, Melyana Nursifah Bagian Administrasi dan  Intan Nuraini sebagai Bendahara/Kasir.

Baca: Sejak 2014, Damandiri Berdayakan Warga Rawa Simprug di Grogol Selatan

Jurnalis: Miechell Koagouw/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.