banner lebaran

Hari Libur, Perahu Pustaka Kunjungi Anak-anak Pesisir Rajabasa

98
RABU, 15 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Libur nasional yang digunakan untuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di sejumlah daerah digunakan oleh anak-anak sekolah untuk berlibur dan melakukan aktivitas bermain di sekitar pantai. Terutama bagi anak-anak yang berada di pesisir Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Namun, meski libur, anak-anak di pesisir pantai Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, mendapat kunjungan dari relawan armada Pustaka Bergerak, salah satunya Perahu Pustaka yang digagas oleh Radmiadi, warga Bakauheni, serta Ardyanto, salah satu relawan Perahu Pustaka asal Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni. Kedatangan Perahu Pustaka menyusuri pesisir Pantai Rajabasa dengan membawa ratusan buku berbagai jenis yang akan dibaca anak-anak usia sekolah maupun yang belum sekolah di sejumlah tempat. Di antaranya di Desa Kunjir dan beberapa desa di jalur pesisir pantai barat Lampung Selatan.

Gubuk di tepi pantai, Perahu Pustaka pun menggelar perpustakaan dadakan.

Menurut Radmiadi, penggagas Perahu Pustaka, kesempatan liburan saat momen Pilkada pada sejumlah daerah tak dialami di Lampung Selatan. Dimanfaatkan Perahu Pustaka untuk mengunjungi sejumlah anak- anak nelayan di kawasan pesisir. Radmiadi mengaku, perjalanan menggunakan perahu tersebut dimulai dari dermaga Bakauheni menyusuri pantai-pantai dan bersandar di Desa Kunjir serta mendapat lokasi di tepi pantai yang lengkap. Yaitu memiliki pemecah gelombang, gubuk-gubuk dan berada di depan salah satu bangunan sekolah dasar yang sedang tidak ada aktivitas belajar-mengajar saat hari libur.

“Kami sudah rencanakan jauh-jauh hari mengunjungi anak-anak di sejumlah kampung nelayan. Misi Perahu Pustaka di antaranya menularkan kecintaan membaca di kalangan anak-anak, kita lakukan rutin dengan berkeliling di sejumlah pantai dan pulau yang terpencil,” terang Radmiadi, penggagas dan relawan Perahu Pustaka dalam keterangannya kepada Cendana News di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Rabu (15/2/2017).

Radmiadi menerangkan, anak-anak di Desa Kunjir yang mendapat kunjungan Perahu Pustaka merupakan lokasi yang mendapat jadwal kunjungan pada pertengahan Februari ini setelah sebelumnya Perahu Pustaka mengunjungi sejumlah kampung nelayan di wilayah pesisir Bakauheni, Pulau Rimau Balak, Pesisir Pantai Minang Ruah dan juga beberapa pantai lain. Sebagian besar anak-anak yang dikunjungi di antaranya terlihat sangat antusias di sela-sela bermain saat liburan. Mereka senang dikunjungi perpustakaan bergerak yang dibawa menggunakan perahu.

Setelah menggelar buku-buku bacaan di antaranya komik, buku ilmu pengetahuan, buku fiksi serta berbagai jenis buku bergambar, anak-anak tersebut sebagian memilih buku yang disukai dan membaca buku di lokasi yang disukai. Di antaranya di atas batu karang, tanggul penahan ombak, dan sebagian di gubuk tepi laut.

Anak-anak Desa Kunjir mendapat kunjungan Perahu Pustaka.

Radmiadi menerangkan, saat ini koleksi buku-buku bacaan yang dimiliki Perahu Pustaka semakin banyak dari semula hanya ratusan buku, semakin bertambah banyak. Umumnya diperoleh dari donasi pihak-pihak yang peduli akan gerakan literasi. Beberapa bantuan buku tersebut bahkan diperoleh dari sebagian donatur di wilayah Lampung dan dari Provinsi Banten.

“Kita saat ini berharap memiliki jenis buku yang lebih beragam dan tentunya agar anak-anak tidak bosan dengan buku-buku yang kita baca. Daerah pesisir yang kita kunjungi akan kita bawakan buku bagi anak- anak nelayan terutama saat hari libur seperti sekarang,” terang Radmiadi.

Sebagai bentuk kepedulian kepada para donatur yang telah memberikan buku untuk Perahu Pustaka,       Radmiadi mengaku telah membuat beberapa suvenir Perahu Pustaka mini untuk diberikan kepada para donatur buku. Pemberian suvenir tersebut dilakukan untuk tanda terima kasih kepada donatur buku guna  menambah koleksi buku milik Perahu Pustaka dan akan dibawa ke sejumlah kampung nelayan maupun pulau-pulau terpencil di Lampung Selatan yang kesulitan memperoleh buku-buku bacaan.

Salah satu anak di Desa Kunjir, Andi (11) yang duduk di kelas 5 salah satu SD di Kecamatan Rajabasa mengaku senang saat anak-anak seusianya libur ada Perahu Pustaka yang hadir membawa beragam buku bacaan yang tidak bisa ditemui di perpustakaan sekolah. Selain menarik sebagian besar buku yang dibawa tersebut merupakan buku-buku bagi anak-anak terutama buku-buku bacaan terkait kisah orang sukses, kartun dan cerita bergambar.

“Banyak buku yang bagus-bagus nantinya kami harap Perahu Pustaka akan datang ke sini lagi membawa buku-buku yang lebih banyak dan lebih menarik,” ungkap Andi.

Belum adanya perpustakaan permanen di beberapa desa yang dikunjungi oleh Perahu Pustaka membuat sebagian besar buku yang dibawa oleh relawan Perahu Pustaka kembali dibawa untuk kunjungan ke desa lain. Radmiadi mengungkapkan, target Perahu Pustaka di sejumlah desa di pesisir Lampung Selatan khususnya anak-anak nelayan bisa mendapat kunjungan. Selain buku anak-anak ratusan buku lain ada yang bisa dibaca orang dewasa di lokasi yang dikunjungi juga dibawa serta oleh Perahu Pustaka.

Rencananya, Perahu Pustaka yang masih menggunakan perahu tradisional akan mengunjungi Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku. Diakui oleh Radmiadi, sementara target kunjungan itu dibatalkan mengingat kondisi cuaca yang sedang tak bersahabat dengan angin kencang dan gelombang tinggi. Sementara itu fokus kunjungan ke kampung nelayan, membawa buku bacaan ke sejumlah kampung nelayan di pesisir Kecamatan Rajabasa dan Kecamatan Kalianda.

Membaca buku-buku di atas batu di Pantai Kunjir.

Khusus di beberapa kampung nelayan yang berada di dekat base camp (pusat) Perahu Pustaka berada, yakni di Kecamatan Bakauheni, Ardyanto yang ikut menjadi relawan Perahu Pustaka mengaku, ikut memberi pelatihan pembuatan suvenir perahu untuk bisa dijual kepada para wisatawan yang mengunjungi sejumlah tempat wisata pantai di Lampung Selatan. Hasil penjualan suvenir tersebut, digunakan sebagai tambahan untuk membeli buku-buku baru koleksi Perahu Pustaka dan sebagian untuk donasi alat-alat tulis anak kurang mampu di wilayah pesisir pantai.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.