banner lebaran

Histeria Anak Setan Berkeliaran di Jalan

48

MINGGU, 12 FEBRUARI 2017

SEMARANG — Segerombolan orang riuh rendah bersorak-sorak, penuh semangat, mereka meneriakkan kata “Setan” berulang kali. Bukannya takut, anak-anak kecil malah berlari mendekat diiringi orang tuanya karena tertarik dengan bunyi desingan mesin balap yang melaju kencang. Tak lama kemudian mereka ikut tertawa kegirangan karena bisa melihat Setan secara langsung. 

kumpulan edisi Hoot Wheels sedang dipamerkan di ajang perlombaan

Ternyata Setan yang dilihat bukanlah makhluk gaib yang bisa terbang sehingga membuat orang berlari ketakutan, Setan yang mereka tonton adalah kepanjangan “Semarang Tetap Andalan”, sebuah komunitas Hoot Wheels yang sedang tenar di Semarang. Mereka sedang mengadakan balapan melintasi trek melingkar persis dengan jalan yang dibuat menyerupai jalur Roller Coaster. Yang lebih menegangkan di tengah lintasan tersebut ada jalur tanjakan yang terpotong seperti jurang, banyak orang yang berteriak ketika mobil Hot Wheels tidak sempurna melewati jurang tersebut dan akhirnya jatuh ke tanah.

Tak ketinggalan mekanik-mekanik ahli siap memperbaiki Hot Wheels tersebut ketika memasuki Pit Stop. Persis seperti balap Nascar yang tersohor di Amerika, tangan cekatan mereka sangat terlatih untuk melihat kondisi mobil

Menurut pengurus Setan Momocha (34), komunitas ini merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang mempunyai hobi bermain Hot Wheels, yaitu mobil dalam skala kecil. Nama Setan sendiri dipilih karena selain mudah diingat juga sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap kota Semarang, sehingga ketika mengikuti lomba di daerah lain, nama Semarang akan terus berkibar.

Berdiri sejak bulan Agustus 2016, sampai sekarang komunitas Setan telah mempunyai anggota sebanyak 200 orang yang terdiri dari berbagai berbagai kalangan dan profesi, rata-rata mereka sudah mempunyai Hoot Wheels sendiri dari yang skala 1:64 sampai Monster Jam.

“Harga tiap mobil bervariasi, mulai dari 30 ribu sampai yang termahal 2.5 juta, semua tergantung pada jenis dan tingkat kerumitan menyusunnya,” Terang Momocha.

Anak Setan sedang berpose dengan koleksinya di ajang perlombaan hoot wheels

Lebih lanjut Momocha menjelaskan, Euforia bermain Hoot Wheels menjadi keasyikan sendiri dalam mengisi waktu, apalagi ketika bisa berkumpul dengan pecinta yang lain, terkadang mereka bisa bertukar informasi tentang perkembangan Hoot Wheels terkini serta berburu miniatur yang langka, seperti Monster Jam yang diakuinya masih jarang di Indonesia.

“Susahnya kalau mobilnya jatuh dan as-nya bengkong, karena tidak bisa dibenerin, jadi harus beli yang baru, untung anggota komunitas juga menyediakan barang yang baru,”Tambah Momocha.

Untuk merekatkan persaudaraan, setiap minggu Setan rajin mengadakan pertemuan internal, selain itu mereka juga aktif mengikuti berbagai macam lomba baik itu tingkat daerah maupun nasional, terakhir Setan menyabet juara 1 Kejurnas Hoot Wheels Nasmoco tahun lalu.

Jurnalis : Khusnul Imanuddin / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Khusnul Imanuddin

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.