HMI: Kasus Dugaan Penistaan Agama oleh Ahok Bisa Timbulkan Disintegrasi Bangsa

233

SELASA, 14 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Mulyadi P Tamsir, di Jakarta, Selasa (14/2/2017), menegaskan, terpolarisasi dan terbelahnya masyarakat dalam dua kubu yang saling bertentangan dalam memandang kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bila tidak diantisipasi sejak dini tentu akan menimbulkan disintegrasi bangsa.

Mulyadi P Tamsir

HMI, kata Mulyadi, merupakan kelompok yang paling getol melakukan pembelaan terhadap Al-Quran yang telah dinistakan oleh Ahok. Sikap tersebut dipandang oleh sebagian kalangan sebagai sebuah anomali gerakan, setelah sekian lamanya berada di garis moderat. Namun, dirinya mengakui pilihan yang diambil HMI bukanlah tanpa pertimbangan matang, melainkan melalui hasil telaah mendalam terhadap arsitektur sosial masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

“Kami adalah anak kandung umat. Jadi, sikap kami (HMI -red) harus diketahui publik, agar nantinya tidak mengalami phobia, bila nantinya kita melakukan sebuah gerakan yang berbeda dari kultur yang sebelumnya ditunjukkan,” tegasnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan hadits Nabi yang menyebut, bahwa ulama adalah pewaris para Nabi, hal itu sudah jelas mengimani Islam secara utuh dan sadar. “Kita akan mengecam tindakan-tindakan yang mencoba mendiskreditkan serta memojokkan para ulama,” katanya, sembari menambahkan, dari fenomena hari ini dapat disaksikan dampak dari kejadian tersebut, sangat ironis dan miris.

Untuk itu, lanjutnya, HMI dan Umat Islam berharap kejadian seperti itu tidak akan terjadi lagi, baik di bumi pertiwi yang sama-sama dicintai ini, maupun di belahan dunia, agar keridhoan Allah SWT tetap merahasiakan perjalanan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Selain itu, HMI juga tidak menginginkan polarisasi Islam Arab, Islam Nusantara. Sebab, hal tersebut dapat melukai ‘Bhinneka tunggal Ika’ yang digagas oleh para pendiri Bangsa. Cita-cita mulia itu mesti diterjemahkan jernih, tidak parsial dan seolah menyudutkan satu kelompok saja seperti yang dialami umat Islam oleh Ahok yang menistakan Al-Quran dan ulama. “Kita berharap, tidak ada upaya saling menyudutkan sesama anak bangsa dengan cara-cara seperti itu, sehingga kerukunan antar anak bangsa senantiasa terjaga,” tutupnya.

Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Adista Pattisahusiwa

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.