banner lebaran

Hujan dan Angin Kencang, Rusak Bangunan di Lampung Selatan

103

JUMAT, 3 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Penengahan dan Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, mengakibatkan beberapa bangunan dan pohon di wilayah tersebut mengalami kerusakan. Beberapa rumah yang mengalami kerusakan ringan akibat kencangnya angin yang terjadi sejak pukul 15.00 WIB di antaranya rumah milik Budi, Nasir, dan Soiman warga Desa Pasuruan yang mengalami kerusakan pada bagian genteng, atap asbes, serta beberapa kap rumah yang terbawa angin. Gerbang desa yang terbuat dari seng terbuat dari asbes di Desa Pasuruan serta beberapa pohon tumbang terjadi di Desa Pasuruan, termasuk baliho milik instansi pemerintah yang roboh terkena terjangan angin kencang.

Pohon tumbang akibat angin kencang.

Menurut Soiman, warga Desa Pasuruan  angin kencang yang masih terus berlangsung sejak siang hingga sore mengakibatkan beberapa ranting pohon juga menimpa beberapa rumah warga lain di dusun tersebut. Terutama dahan-dahan pohon yang mudah patah di antaranya pohon medang, bayur, dan nangka. Ia langsung melakukan upaya perbaikan dengan mengganti atap asbes yang dibelinya karena bagian asbes yang pecah terangkat oleh angin tepat berada di atas ruang tamu yang di dalamnya terdapat beberapa peralatan elektronik televisi serta peralatan elektronik lain.

“Kejadiannya siang ini hujan disertai angin kencang mengakibatkan beberapa ranting pohon patah. Bahkan karena kencangnya angin membuat beberapa atap rumah tersingkap dan pecah ini akan segera kami perbaiki karena takut malam nanti bocor karena cuaca masih berpotensi hujan,” ungkap Soiman, warga Desa Pasuruan saat ditemui Cendana News di depan rumahnya, Jumat siang (3/2/2017)

Soiman mengungkapkan, kondisi cuaca angin kencang juga mengakibatkan beberapa pohon tumbang. Namun beruntung tidak menimpa rumah milik warga, pohon jenis medang serta beberapa pohon sengon yang ditanam warga roboh dari bagian akar akibat tidak kuat menahan terjangan angin. Sebagian warga terpaksa ikut melakukan pemangkasan terhadap beberapa pohon yang berpotensi roboh selama angin kencang masih berlangsung. Khususnya yang berasal dari wilayah pesisir pantai barat Lampung Selatan dan dikenal dengan angin barat tersebut.

Baliho milik BNNK Lampung Selatan roboh akibat angin kencang.

Angin kencang yang melanda sebagian besar wilayah Lampung juga berakibat sebagian papan reklame milik perusahaan rokok di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) roboh. Beruntung, saat kejadian tersebut, tidak ada kendaraan yang melintas sehingga langsung disingkirkan oleh warga agar tidak mengganggu aktivitas pengendara. Sementara baliho milik Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Selatan juga roboh akibat terjangan angin kencang.

Terkait kondisi cuaca yang dominan berangin disertai hujan tersebut, Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, Denny Yusuf, saat dikonfirmasi mengungkapkan, cuaca ekstrem melanda wilayah Lampung sejak awal Januari ini. Namun, ia mengakui, kondisi serupa berpotensi terjadi tanpa bisa diprediksi dan mengimbau masyarakat untuk waspada terutama yang memiliki pohon di sekitar bangunan rumah.

“Kami sudah selalu ingatkan dan imbau masyarakat untuk memangkas pohon yang ada di sekitar rumah karena sebagian pohon tersebut berpotensi roboh,” ungkap Denny Yusuf.

Untuk antisipasi bencana angin puting beliung yang kerap melanda sebagian wilayah Kecamatan Sragi dan Kecamatan Ketapang, Denny Yusuf mengungkapkan, petugas BPBD telah menyiagakan peralatan, sekaligus guna penanganan beberapa kecamatan. Peralatan gergaji mesin bahkan telah disiapkan untuk digunakan memangkas pohon roboh yang menimpa rumah warga dan juga tumbang di jalan.

Atap asbes milik Soiman terlepas akibat angin puting beliung.

Cuaca ekstrem dengan angin kencang yang melanda wilayah daratan juga berpengaruh terhadap aktivitas nelayan di perairan Teluk Lampung dan Kalianda. Angin kencang yang melanda perairan mengakibatkan sebagian nelayan di Desa Kunjir, Desa Canti, Desa Maja memilih tidak melaut akibat gelombang tinggi. Kondisi nelayan yang tak melaut terutama nelayan kecil dan hanya nelayan dengan perahu di atas 30 GT mengakibatkan harga ikan naik di sejumlah tempat pelelangan ikan. Di antaranya tempat pelelangan ikan Ketapang dan tempat pelelangan ikan Kalianda.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.