IAIN Imam Bonjol Gugat Pemilik Tanah Atas Kampus III

778
SELASA, 14 FEBRUARI 2017

PADANG — Pihak Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol (IB) Padang, Sumatera Barat, akan melakukan gugatan kepada pemilik tanah yang sudah menerima pembayaran atas tanah dari IAIN Imam Bonjol Padang yang bersumber dari APBN.

Gedung kampus III IAIN Imam Bonjol.

Wakil Rektor II IAIN Imam Bonjol Padang, Firdaus, mengatakan, tujuan dilakukan gugatan ini sebagai upaya pengamanan dan melindungi tanah aset negara yang sudah dibeli.

“Kami dari IAIN Imam Bonjol Padang menunjuk advokat dari Poniman Agusta & Associates sebagai penasehat hukum. IAIN akan mengangkat kasus tanah kampus III yang berlokasi di Sungai Bangek, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang ini, secara perdata,” kata Firdaus, Selasa (14/2/2017).

Ia menegaskan, akan menuntut hak atas tanah yang sudah dibeli IAIN dengan anggaran negara. Hal ini dikarenakan, IAIN Imam Bonjol Padang belum dapat mengusai secara penuh tanah yang sudah dibeli tersebut.

“Untuk tanah yang sudah memiliki surat sertifikat lengkap, pembangunannya tetap jalan, cuma itu hanya sebagian kecilnya saja. Padahal dari rencananya Kampus III itu akan mendirikan beberapa bangunan di atas luas lahan 60 hektare,” ungkapnya.

Parahnya, warga setempat masih mempersengketakan kepemilikan yang terjadi di antara pemilik tanah sebelumnya dengan pihak kampus, meski telah dibayarkan ganti ruginya.

Oleh karena itu, ia menyatakan, IAIN akan fokus kepada pemilik tanah yang sudah menerima pembayaran atas tanah dari IAIN Imam Bonjol Padang yang bersumber dari APBN tersebut.

Gedung III IAIN Imam Bonjol yang menjadi sengketa.

Luas tanah dalam proyek pembangunan kampus III IAIN Imam Bonjol Padang tersebut mencapai 60 hektare. Terkait persoalan sertifikasi tanah ini, juga telah menjerat Mantan Wakil Rektor IAIN Imam Bonjol Padang, Sarlamdanis. Pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat menduga, pengadaan tanah tersebut sarat dengan kongkalikong. Karena dari 60 haktare lahan, hanya 40 hektare yang sudah disertifikasi.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko / Foto: Muhammad Noli Hendra

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.