banner lebaran

Indeks Tendensi Konsumen NTB Triwulan lV 2016 Alami Kenaikan

50

SENIN, 6 FEBRUARI 2017

MATARAM — Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama triwulan lV 2016 mengalami kenaikan cukup signifikan, yaitu mencapai 103,16. Hal tersebut menunjukkan bahwa kondisi ekonomi rumah tangga pada triwulan lV lebih baik dari triwulan lll, walaupun kondisi ekonomi konsumen triwulan lV lebih rendah dari kondisi ekonomi konsumen triwulan lll dengan ITK 114,81.

Kepala BPS NTB, Endang Tri Wahyuningsih.

“Namun, secara umum, konsumen mengaku, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan triwulan lll 2016,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Endang Tri Wahyuningsih di Mataram, Senin (6/2/2017).

Menurutnya, meningkatnya kondisi ekonomi konsumen tersebut, didasari oleh meningkatnya pendapatan konsumen pada triwulan lV dibandingkan dengan pendapatan mereka pada triwulan lII 2016 (ITK 104,89).

Inflasi atau kenaikan harga yang terjadi pada triwulan lV-2016 relatif tidak banyak mempengaruhi total pengeluaran konsumsi rumah tangga. Persepsi tersebut dicerminkan oleh indeks pengaruh inflasi terhadap total pengeluaran rumah tangga yang bernilai sedikit di atas seratus.

“Selain dua faktor di atas ITK juga dipengaruhi oleh volume konsumsi barang dan jasa sejalan dengan pendapatan yang meningkat,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika dilihat menuurut komponen konsumsi, indeks untuk pembelian bahan makanan, makanan jadi, pulsa, HP, pendidikan, transportasi dan perawatan tubuh, cukup tinggi dengan nilai masing-masing di atas 100.

Hal tersebut disinyalir dengan banyaknya perayaan pada triwulan lV-2016, yaitu tahun baru Islam, maulid nabi, Natal, dan tahun baru. Bagi masyarakat NTB, utamanya Pulau Lombok, perayaan maulid nabi merupakan fenomena tersendiri yang mendasari meningkatnya konsumsi bahan makanan masyarakat.

“Konsumsi terhadap hiburan dan transportasi justru mengalami penurunan dibandingkan triwulan lll-2016. Hal ini disinyalir disebabkan oleh tingginya intensitas hujan pada triwulan lV-2016 yang mengakibatkan berkurangnya animo masyarakat akan hiburan dan bepergian,” tutupnya.

Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.