banner lebaran

Indeks Tendensi Konsumen Triwulan IV Tahun 2016 Meningkat

42
SENIN 6 FEBRUARI 2017
JAKARTA—Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi konsumen terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan triwulan mendatang.
Suhariyanto (kiri) Kepala BPS Pusat saat jumpa pers di Kantor BPS Jakarta.
Jumlah sampel STK pada Triwulan IV 2016 sebanyak 14.600 rumah tangga diseluruh provinsi di Indonesia. Pemilihan sampel dilakukan secara panel antar triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar waktu. responden STK merupakan di sampel dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) khusus di daerah perkotaan.
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan IV  2016, dengan demikian kondisi ekonomi konsumen meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini ditunjukkan nilai ITK Triwulan IV tahun 2016 sebesar 104,46 atau lebih rendah dari Triwulan III sebesar 108,22.
Membaiknya kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV tahun 2016 terutama didorong kenaikan pendapatan rumah tangga dengan nilai indeks sebesar 103,89 dan naiknya volume konsumsi dengan nilai indeks sebesar 103,81. Sementara itu inflasi yang terjadi sedikit mempengaruhi terkatup tingkat konsumsi dengan nilai indeks sebesar 98,72.Indeks Tendensi Konsumen Triwulan IV 2016 meningkat
“Terjadi peningkatan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional yang terjadi pada 23 provinsi di Indonesia, di antaranya terjadi pada 18 provinsi atau 54,55 persen memiliki indeks di atas nasional, provinsi yang memiliki ITK tertinggi adalah Provinsi Papua dengan nilai ITK sebesar 112,47, sedangkan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) memiliki nilai ITK sebesar 95,07.” ungkap Suhariyanto, Kepala BPS Pusat saat jumpa pers di Gedung BPS Pusat di Jakarta, Senin siang (6/2/2017).
Nilai ITK Nasional pada Triwulan I 2017 diperkirakan sebesar 106,30, artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan meningkat. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan masih lebih tinggi dibandingkan Triwulan IV  2016 dengan ITK sebesar 102,46.
Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi Indonesia terjadi pada 31 provinsi di Indonesia. Terdapat 14 provinsi yang diperkirakan memiliki nilai indeks di asa nasional atau sebesar 42,42 persen. Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Provinsi Maluku dengan nilai sebesar 113,80. Sedangkan nilai ITK terendah di Provinsi Jambi dengan nilai ITK sebesar 98,78.
Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.