Irman Gusman : OTT KPK Membuat Hidup Saya Sulit dan Berat

100
RABU 8 FEBRUARI 2017
JAKARTA—Persidangan kasus perkara dugaan suap terkait rencana pengadaan alokasi tambahan gula impor untuk Provinsi Sumatera Barat sebesar 100 juta rupiah dengan terdakwa Irman Gusman, mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia kembali digelar di Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 1, Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (8/2/2017).
Terdakwa Irman Gusman sedang duduk di kursi persidangan.
Berdasarkan pantuan Cendana News langsung dari Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, persidangan dengan agenda materi pembacaan Pledoi atau pembelaan yang dibacakan sendiri oleh Irman Gusman tersebut berlangsung sekitar 2 jam, mulai pukul 10:50 WIB hingga pukul 13:00 WIB. Irman Gusman tampak terlihat tenang dan fokus saat membacakan pledoinya di depan Majelis Hakim dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Irman Gusman dalam persidangan mengatakan “Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK di Rumah Dinas Ketua DPD RI yang saya tempati bersama keluarga tentu saja membuat kehidupan saya berubah drastis, hal tersebut merupakan cobaan berat dan sulit dalam kehidupan saya, apalagi ditambah tuntutan ancaman hukuman penjara 7 tahun yang dijatuhkan oleh pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU,” katanya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu siang (8/2/2017).
“Namun segalanya sudah terlanjur terjadi, saya sungguh-sungguh sangat menyesali kejadian tersebut, saya mungkin ceroboh dan kurang hati-hati sehingga sekarang mau tidak mau harus menerima dan menjalani kenyataan hidup yang pahit, sulit dan paling berat dalam kehidupan saya, apalagi saat ini saya duduk sebagai terdakwa dengan tuduhan menerima uang suap sebesar 100 juta rupiah,” kata Irman Gusman dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Menurut rencana, agenda persidangan lanjutan dengan terdakwa Irman Gusman akan kembali dilanjutkan pada hari Senin,  20 Februari 2017. Dalam persidangan lanjutan tersebut rencananya akan mendengarkan pembacaan putusan atau vonis hukuman yang dipimpin langsung oleh Nawawi Pamulango S.H., yang ditunjuk sebagai Ketua Majelis Hakim untuk menangani perkara Irman Gusman.
Sebelumnya diberitakan, petugas KPK berhasil menangkap dan mengamankan Irman Gusman bersama 2 orang lainnya, yaitu masing-masing Xaveriandy Sutanto dan istrinya Memi saat menggelar OTT di Rumah Dinas Ketua DPD RI. Irman Gusman diduga telah menerima suap sebesar 100 juta Rupiah terkait dengan rencana pengadaan alokasi tambahan kuota impor gula khususnya untuk Provinsi Sumatera Barat.
Irman Gusman (kiri) saat meninggalkan ruangan persidangan.
Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.