banner lebaran

Isu Perpecahan Marak, Tokoh Adat Lampung Selatan Silaturahmi Bersama TNI

80

SENIN, 6 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Masyarakat Kabupaten Lampung Selatan yang masih mempertahankan kearifan lokal dengan keberadaan beberapa masyarakat keadatan (kehadatan) di wilayahnya, ikut merasa prihatin dengan perkembangan  di beberapa wilayah terkait pemilihan kepala daerah serta isu-isu nasional yang berpotensi memecah-belah persatuan dan keutuhan NKRI.

Para tokoh adat Lampung Selatan bersama jajaran TNI KODIM 0421/LS usai audiensi. 

Sebagai bentuk keprihatinan itu, sekitar 20 tokoh adat dari marga Legun Kalianda di Lampung Selatan, menggelar diskusi sekaligus silaturahmi bersama masyarakat dan  jajaran TNI Komando Distrik Militer 0421/LS, Senin (6/2/2017).

Temenggung Penyimbang Marga Legun, Sofyan, mengatakan, silaturahmi tersebut sengaja dilakukan guna menyikapi berbagai isu saat ini yang dinilai berpotensi memecah-belah persatuan dan kesatuan masyarakat, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Kita mengikuti perkembangan yang ada melalui berbagai media, baik elektronik maupun cetak, dan harapan para tokoh adat agar persatuan dan keutuhan NKRI diutamakan. Kita juga siap membantu dalam upaya membantu pembangunan dalam konteks ketahanan pangan serta keamanan masyarakat,” ungkap Sofyan, di sela audiensi dengan Dandim 0421/LS, Letnan Kolonel Arm. Untoro Hariyanto.

Sofyan menerangkan, sebagai masyarakat adat di Kabupaten Lampung Selatan yang memiliki sisi historis cukup panjang dalam perkembangan wilayah di Lampung Selatan hingga kini, Marga Legun  terdiri dari 4 kepaksian, yakni Paksi Bandar Siring/ Way Urang, Paksi Tengkujuh, Paksi Maja dan Paksi Canggu, yang kesemuanya merupakan masyarakat adat di pesisir Kabupaten Lampung Selatan.

Sofyan juga mengatakan, audiensi dan silaturahmi tersebut digelar juga atas rekomendasi Komisaris Besar Polisi Rudy Setiawan yang merupakan salah-satu tokoh adat dengan gelar Pangeran Sangun Ratu, yang saat ini berdinas di Jakarta, agar masyarakat adat bisa menjalin komunikasi dan kooordinasi dengan Dandim Lampung Selatan.

Dandim 0421/LS, Letkol ARM. Untoro Haryanto saat audiensi bersama para tokoh adat Lampung Selatan.

Menurut Sofyan, para tokoh adat memiliki peran dalam menjaga kondusivitas wilayah dengan tetap memberikan arahan kepada masyarakat adat agar lebih bijaksana dalam menyikapi isu-isu yang berkembang, baik di wilayah Lampung Selatan maupun nasional. Peran para tokoh adat juga selain menjaga keamanan serta ketertiban di masyarakat, selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah serta POLRI dan TNI. Beberapa program TNI di antaranya swasembada pangan dan ketahanan pangan, bahkan didukung oleh masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat, terutama dengan kehadiran para Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang ada di masyarakat.

Sementara itu, Dandim 0421/LS, Letkol ARM. Untoro Haryanto, dalam pertemuan itu mengucapkan terimakasih kepada para tokoh adat yang telah meluangkan waktunya untuk bersilaturahmi. Dandim mengingatkan, agar TNI dan para masyarakat kehadatan untuk tetap menjalin koordinasi dan menjaga solidaritas antara TNI dan Masyarakat Kehadatan. Ia juga berpesan, dalam menyikapi isu-isu yang berkembang saat ini melalui media elektronik dan media lain, terutama di ibukota negara Jakarta, para tokoh adat dan masyarakat bisa bersikap tenang dan tetap menjaga masyarakatnya untuk tidak ikut-ikutan berkomentar.

“Mari kita jaga kedaulautan NKRI ini dalam bingkai Kebhinekaan, dan biarkan proses hukum berjalan, sementara masyarakat khususnya tokoh adat bisa ikut menjaga kondusivitas masyarakatnya,” terang Untoro.

Untoro juga menegaskan, dengan koordinasi yang baik antara tokoh adat dan TNI, diharapkan mampu meningkatkan kerjasama yang baik dan kehadiran para Babinsa di tengah masyarakat bisa menjadi contoh yang baik, terutama saat ini TNI banyak memiliki program yang menyentuh masyarakat. Di antaranya dengan adanya kegiatan pembagian polybag dan bibit cabai untuk program swasembada cabai, dan para Babinsa ikut terjun di masyarakat dalam pengawasan distribusi pupuk bersubsidi dan juga swasembada pangan, khususnya dalam Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale).

Selain itu, tanggapan positif dari beberapa tokoh adat lain dari marga Legun, di antaranya diungkapkan oleh Komarudin Raes dan H. Abuhasan. Dengan adanya audiensi dan silaturahmi bersama Dandim 0421/LS dan jajarannya, menjadi kesempatan untuk semakin meningkatkan koordinasi dan bisa menyamakan persepsi atas isu daerah dan nasional yang berkembang dengan tetap menjaga keutuhan NKRI.

Komarudin Raes sebagai salah-satu tokoh adat mengungkapkan, masyarakat kehadatan siap bekerjasama dan membantu TNI, khususnya Kodim Lampung Selatan, dalam konteks ketahanan pangan, keamanan dan lain-lain. Ketahanan pangan yang selama ini banyak dilakukan oleh masyarakat bersama TNI, di antaranya dengan melakukan penanaman cabai di setiap rumah dan juga adanya bantuan dari TNI dalam penyediaan sanitasi di beberapa wilayah Komando Rayon Militer bagi masyarakat.

Hadir juga pada acara silaturahmi dan audiensi antara Dandim 0421/LS dan para tokoh adat di Makodim 0421/LS tersebut, seluruh perwira staf, Kasdim Mayor Infanteri Anwar SE, para Danramil Lampung Selatan, di antaranya Danramil 421-10/Katibung, Kapten Infantri Noriz Tamin serta beberapa perwira lainnya di lingkungan KODIM 0421/LS.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.