Jalan Depan Sekolah di Nangahale Putus Tergerus Gelombang

106

SENIN, 6 FEBRUARI 2017

MAUMERE — Selain jembatan tambatan perahu yang ambruk, gelombang besar yang terjadi sejak seminggu dan puncaknya, Jumat (3/2/2017), juga menghancurkan sebuah rumah dan menggerus badan jalan aspal di depan sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Fatah hingga terancam putus. Hempasan gelombang dengan ketinggian sekitar 4 meter juga menyebabkan tembok penahan gelombang yang berada di pinggir pantai dekat lokasi sekolah pun ambruk sehingga air laut masuk ke darat dan menggerus sisi badan jalan.

Jalan di depan MIS Al Fatah Nangahale yang ambruk diterjang gelombang.

“Air laut saat Jumat malam tersebut masuk menggenangi seluruh halaman sekolah dan masuk ke dalam ruangan-ruangan,” ujar Fadillah.

Warga Desa Nangahale yang ditemui Cendana News, Senin (6/2/2017) di lokasi sekolah mengatakan, gelombang tersebut sangat besar akibat angin kencang yang melanda pantai utara pulau Flores sehingga hantaman gelombang terus-menerus membuat sisi badan jalan ambruk.

Arman, salah seorang guru di sekolah ini, saat ditanya menyebutkan, akibat ambruknya jalan mengakibatkan aktivitas kegiatan belajar-mengajar ikut terganggu. Sebab, para guru takut air laut akan masuk kembali menggenangi sekolah.

“Kalau tidak segera diperbaiki, ombak akan terus menggerus jalan dan bisa menghantam bangunan sekolah yang hanya berjarak beberapa meter dari jalan yang ambruk,” sebutnya.

Bila air laut sedang pasang, beber Arman, air akan masuk ke dalam lokasi sekolah hingga ke ruang kelas sehingga para murid sering dipulanglan sebelum waktunya. Apalagi, saat ini, sedang musim hujan dan angin kencang.

“Kami tidak berani mengambil risiko dan memulangkan para murid, sebab kondisi angin kencang dan gelombang tinggi masih terus terjadi,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Kabupaten Sikka, Simon Subsidi, S.Sos kepada media mengaku, sudah mengetahui situasi dan sudah diberitahukan kepada kepala sekolah serta anggota DPRD Sikka.

Simon pun menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pendataan dan berjanji akan segera mengusulkan untuk dilakukan perbaikan jalan dan tanggul penahan gelombang lagi. Agar kegiatan belajar-mengajar bisa berjalan sebagimana mestinya.

“Mudah-mudahan dalam tahun ini bisa segera dilakukan perbaikan. Apalagi kondisi ini terjadi akibat bencana dan di luar perkiraan kami,” ungkapnya.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Baca Juga
Lihat juga...