Jalan Protokol di Makassar Porak-Poranda Akibat Hujan Lebat

129
JUMAT 3 FEBRUARI 2017
MAKASSAR—Intensitas curah hujan yang tinggi di Makassar beberapa hari terakhir ini, membuat warga enggan beraktivitas di luar rumah sehingga, jalan di kota makassar agak lenggang. Bukan hanya curah hujan yang tinggi namun juga angin kencang telah merobohkan pohon besar yang ada di Jalan Antang Raya Kecamatan Manggala. Selain itu juga hujan dan angin kencang ini membuat korsleting pada aliran listrik yang ada di daerah Panarra Tello yang merupakan daerah tetangga Antang Raya.
Jalan yang tergenang. 
Pada pagi tadi pukul 10.00 Terjadi hubungan arus pendek di tiang listrik  di daerah Pannara  menurut saksi mata tiba-tiba saja terdengar suara ledakan beberapa kali yang disertai percikan api sebelum kabel listik itu putus di depan sebuah warung. Milik seorang ibu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun lalu lintas dijalan raya daerah tersebut agak terganggu.
Bukan cuma itu saja Jalan Urip Sumoharjo yang merupakan jalan protokol di Makassar menjadi porak-poranda akibat angin kecang. Di sepanjang jalan ini, banyak berjatuhan ranting-ranting besar dan kecil sehingga membuat jalanan ini menjadi kotor akibat sampah daun dan ranting yang gugur dari pohonnya.
Akibat angin kencang dan hujan lebat yang tinggi di makassar berdampak pula pada harga ikan di pasaran. Harga ikan yang biasanya Rp15 ribu per ekor. Melonjak tajam antara Rp30  ribu per ekor hingga Rp40 ribu per ekornya. Hal ini diakibatkan karena nelayan yang biasanya bisa mendapatkan tangkapan sebanyak 70 ton kini hanya bisa mendapatkan 40 ton.  Cuaca buruk membuat nelayan tidak berani untuk melaut. 
“Untuk saat ini saya tidak berani dulu melaut karena ombak dilaut lumayan tinggi jadi saya enggan untuk melaut” ucap Bahtiar, salah soerang melayan di Untia. 
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memperkirakan intensitas curah hujan pada tahun ini akan lebih besar dibandingkan tahun lalu.
Menurut Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Wilayah IV, Sujarwo, keadaan ini diperjelas dengan fenomena Lanina pada tahun ini walau fenomena Lanina sampai saat ini masih kecil. Kendati demikian, efeknya kemungkinan masih akan mengganggu kondisi cuaca atau iklim di wilayah Kota Makassar yaitu majunya awal musim penghujan di tahun 2016 dan 2017.
“Diperkirakan musim hujan akan dimulai pada akhir Oktober atau awal November” ujarnya.
Jurnalis: Nurul Rahmatun Ummah/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Nurul Rahmatun Ummah.  
Lihat juga...

Isi komentar yuk