Jaringan Internet Stabil, Tak Terpengaruh Gempa

KAMIS, 9 FEBRUARI 2017
JAYAPURA — Terkait gempa yang terjadi di Kota Jayapura beberapa jam lalu dan tak berpotensi tsunami,
Humas Telkom Witel Papua, Wibowo Raharjo, saat dihubungi via seluler mengaku gempa berskala 5,2 SR di 25 kilometer timur laut Jayapura pada kedalaman 10 kilometer tak berdampak pada jaringan telkom khususnya kabel fiber optik (FO) bawah laut.

Status Gempa dari BMKG Wilayah V Jayapura.

“Tidak berakibat apa-apa di jaringan SMPCS Telkom, jadi kondisi semua normal,” kata Wibowo kepada Cendana News saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kamis (09/02/2017).

Di tempat terpisah, Cendana News mendapati beberapa warga Kota Jayapura sempat bertanya-tanya, tentang gempa yang dapat mengakibatkan adanya pergeseran permukaan laut hingga terganggunya kabel optik dan akibatkan jaringan data internet terganggu bahkan tak berfungsi. Hasan, salah satu warga mengakui hal tersebut, soal putusnya kabel apabila terjadi gempa.

“Seperti biasa, kalau ada gempa, paling internet lutis lagi. Inilah yang biasa dikatakan orang Telkom kalau ada gempa di sekitar Jayapura, Sarmi, Keerom maupun darrah yang dekat wilayah Jayapura,” kata Anca, sapaan akrabnya.

Sebelumnya, Cahyo Nugroho selaku Kepala Stasiun Geofisika  Angkasa Pura, Kota Jayapura membenarkan gempa yang terjadi di 25 kilometer timur laut dengan kedalaman 10 kilometer pada pukul 11.21 WIT berkekuatan 5,2 skala richter (SR).

“Hasil analisis peta tingkat guncangan menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan kuat terjadi di Jayapura bagian utara, Sentani, Keerom, dan Kelurahan Waena dengan intensitas II SIG-BMKG (III-IV MMI),” kata Cahyo ke sejumlah jurnalis melalui rilis persnya.

Menurutnya, seluruh wilayah tersebut diperkirakan berpotensi merasakan dampak guncangan gempa bumi. Namun, kalau ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi di utara Jayapura.

“Terlihat dari hasil analisa focal mechanism yang didapatkan dengan arah sesar 72 derajat dengan kemiringan 52 derajat yang termasuk dalam kategori sesar thust fault atau sesar naik,” tuturnya.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta / Editor: Satmoko / Foto: BMKG V Jayapura

Komentar