banner lebaran

Jasa Penyewaan Tenda Pesta di Lampung Menjamur, Bengkel Las Banjir Order

457

SELASA, 14 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Jasa penyewaan tenda pesta pernikahan, tenda promosi serta acara lain berikut kursi serta peralatan lain, berimbas kepada meningkatnya jumlah pesanan pembuatan tenda di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Salah-satu bengkel las pembuatan tenda berbahan besi pipa di Jalan Lintas Sumatera KM 67, bahkan terlihat sibuk menyelesaikan 10 unit tenda pesta terbuat dari besi pipa yang merupakan pesanan dari salah seorang pemilik usaha jasa penyewaan tenda di Kalianda.

Harman, pembuat tenda.

Pemilik usaha bengkel las yang mengerjakan pembuatan tenda, teralis, pagar besi serta gerbang yang terbuat dari besi hollow, pipa serta besi ulir, Harman (34), mengaku saat ini pesanan rangka tenda terbuat dari besi galvanised dengan ketebalan sekitar 1,2 milimeter hingga 1,4 milimeter dan diameter 5/8 inchi hingga 3 inchi mulai banyak dipesan oleh pemilik persewaan tenda.

Dalam 1 bulan, ia mengaku memperoleh pesanan sekitar 15 unit tenda dengan ukuran bervariasi, di antaranya ukuran 4 x 6 meter dan 6 x 6 meter yang terdiri dari tiang, kuda-kuda serta bagian atas tenda. Semua unit tenda tersebut dikerjakan dengan sistem pengelasan (welding) oleh 3 orang pekerja termasuk dirinya, yang bekerja dari pagi hingga sore hari. Dua orang pekerja lain, yaitu Yoyok (24) dan Agus (30).

“Kami mengerjakan pengelasan untuk pembuatan tenda berdasarkan pesanan, di antaranya untuk pagar rumah, gerbang rumah serta sebagian besar tenda untuk pemilik usaha penyewaan tenda yang saat ini mulai banyak ditekuni warga,”ungkap Harman, saat ditemui Cendana News di tengah ksibukannya membuat tenda-tenda pesanan dengan teknik pengelasan, Selasa (14/2/2017).

Pembuatan 1 unit tenda yang membutuhkan waktu lama dan rumit membuat harga 1 unit tenda ukuran 4 x 6 meter dipatok seharga Rp. 1,5 Juta, ukuran 6 x 6 meter seharga Rp. 4 Juta dan ukuran yang lebih besar dengan harga lebih tinggi lagi. Pemilihan bahan besi, diakui Harman, tergantung permintaan pemesan. Namun, umumnya pembuatan tenda, panggung, barikade, rigging, menggunakan besi hollow, meski sebagian pemesan ada yang memilih menggunakan besi putih galvanis. Selain itu, ketebalan besi juga menjadi kunci keawetan tenda yang dibuat, karena penyewaan tenda umumnya dilakukan dengan sistem bongkar-pasang dan kerap mengalami kerusakan, jika menggunakan besi yang tak berkualitas.

Aktivitas di Bengkel Las Harman

Ia mengungkapkan, sebagian besar pemesan memilih menggunakan besi galvanis dibandingkan dengan besi hollow hitam, karena tenda panggung, tenda panggung rigging sering dibongkar-pasang, diangkut, disusun, sehingga mudah terkelupas dan berkarat. Sementara untuk jenis besi galvanis, meskipun cat tergores, namun lebih sukar berkarat, dan harga lebih mahal. Dengan kelebihannya itu, tenda berbahan besi galvanis lebih sering dipilih untuk investasi penyewaan tenda yang cukup menghasilkan, terutama saat musim pesta pernikahan atau acara lain.

Proses pembuatan tenda, dikatakan Harman, juga menyesuaikan kebutuhan pemesan. Umumnya, tenda paling banyak dipesan ukuran 3 x 3 meter, 3 x 4 meter, 4 x 4 meter. Sementara untuk jenis tenda rigging di antaranya ukuran 4 x6 meter. Selain itu, Harman juga mengaku kerap mendapat pesanan pagar, barikade serta beberapa jenis teralis minimalis maupun dengan beberapa aksesoris yang ditawarkannya dengan harga mulai dari Rp. 200-500.000 per meter sesuai jenis bahan yang digunakan.

Menurut Harman, usaha yang sudah ditekuninya selama 5 tahun tersebut bermula dari dirinya yang pernah bekerja sebagai tukang las (welder) di sebuah pabrik galangan kapal. Bermodal uang sekitar Rp. 10 Juta untuk membuat bengkel, peralatan serta bahan baku, ia mengaku usaha tersebut kini menjadi penopang usaha penyewaan tenda yang mulai banyak memesan kepadanya. Belum termasuk konsumen lain yang minta dibuatkan pagar, gerbang atau teralis besi.

Selama melakukan proses pengelasan, ia mengaku menekankan kepada pekerja untuk melakukannya dengan rapi, pengelasan pada setiap sambungan dilakukan dengan kuat serta dilakukan proses akhir (finishing) yang sempurna. Proses akhir tersebut di antaranya uji coba konstruksi, pendempulan, pengampelasan, pengaplikasian cat anti karat sincromate/expocy sesuai keinginan pembeli dan bagi yang menginginkan hasil lebih sempurna diberi anti gores pernis.

“Konsumen kita cukup beragam, sehingga kita perlu menyesuaikan selera pelanggan, agar mereka tidak kecewa. Perlu didiskusikan dahulu dan kita beri contoh hasil yang telah kita buat, baik tenda maupun pagar,” terang Harman.

Rumitnya proses pengerjaan tenda, dikatakan Harman, membuat pengerjaan tenda membutuhkan waktu cukup lama. Bahkan, bisa memakan waktu sebulan untuk mengerjakan tenda beberapa unit. Meski demikian, dengan omzet yang cukup lumayan hingga mencapai Rp. 10 Juta per bulan, belum termasuk untuk membeli peralatan, membayar listrik, bahan baku serta biaya operasional lain termasuk membayar karyawan, ia mengaku bersyukur bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Pembuatan tenda untuk keperluan pesta diakuinya bahkan merupakan usaha untuk investasi jangka panjang, sehingga harus dikerjakan dengan penuh ketelitian serta memperhatikan kerapian.

Hasil yang rapi, tenda pesta, pagar serta keperluan pengamanan rumah lainnya membuat hasil buatan bengkel las miliknya diakui oleh para pembuat tenda dari wilayah Lampung Selatan. Ia bahkan menerima pesanan pembuatan tenda dan panggung dari Kabupaten Lampung Timur, untuk berbagai keperluan termasuk tenda-tenda untuk berjualan di pinggir jalan yang bisa dibongkar-pasang. Beberapa konsumen selain para pemilik usaha penyewaan tenda, di antaranya pemilik usaha warung pecel lele serta warung tenda kaki lima yang menggunakan tenda besi agar lebih awet dan mudah dipasang.

Salah-satu konsumen yang menunggu selesainya proses pengerjaan puluhan unit tenda, Andri (27), mengungkapkan, saat ini ia memiliki usaha penyewaan tenda dengan jumlah sekitar 30 unit terdiri dari beragam ukuran. Selain membuat baru, ia juga mengaku mereparasi beberapa bagian tenda yang rusak dan mengakui hasil pekerjaan tukang las di bengkel Harman cukup rapi dan kuat. Sebagian besar tenda yang dibuatnya selama ini disewakan kepada masyarakat yang membutuhkan tenda lengkap dengan atapnya dari kisaran Rp. 75-100.000 per unit, tergantung ukuran. “Pembuat tenda besi dan saya sebagai pemilik sama-sama paham, kalau tenda yang dibuat merupakan investasi untuk mencari penghasilan, sehingga perlu dibuat seawet mungkin dan rapi,”ungkap Andri.

Antara pembuat tenda dan penyewa tenda, diakui Andri memiliki peranan saling menguntungkan, karena kualitas tenda yang bagus akan membuat para penyewa tenda puas. Sementara banyaknya tenda yang disewa juga menjadi penghasilan bagi para pemilik usaha penyewaan tenda yang mulai banyak ditekuni warga. Andri mengatakan, kebutuhan akan tenda pesta minimal 5 unit per acara membuat saat ini setiap desa hampir memiliki usaha penyewaan tenda. Permintaan akan semakin meningkat, bahkan hingga kewalahan saat musim acara pernikahan atau kegiatan pesta yang membutuhkan jasa penyewaan tenda lengkap dengan kursi dan meja.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.