Jelang Pekan Budaya Tionghoa, Puluhan Pedagang Mainan Barongsai Bermunculan

453

MINGGU, 5 FEBRUARI 2017

YOGYAKARTA — Menjelang dibukanya pelaksanaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) ke 12, tahun 2017, ribuan warga maupun wisatawan dari berbagai daerah nampak memadati kawasan Jalan Malioboro, Yogyakarta yang menjadi lokasi pelaksaan Kirab Budaya, Minggu (5/2/2017). 

Tak hanya pengunjung yang ingin menyaksikan Kirab Budaya sebagai bagian dari pembukaan PBTY, sejumlah pedagang juga turut menyesaki kawasan ini. Salah satunya adalah pedagang mainan miniatur barongsai dan kepala naga.

Sejak siang hari, puluhan pedagang mainan kesenian khas warga Tionghoa ini nampak berjejer di sepanjang Jalan Malioboro hingga Alun-Alun Utara Yogyakarta. Mereka nampak menjajakan kepada para pengunjung yang ingin menyaksikan PBTY.

Ternyata mayoritas pedagang ini berasal dari luar DIY. Salah satunya adalah Anto (27) warga Jamblang Cirebon Jawa Barat. Ia jauh-jauh datang ke Yogyakarta dari Cirebon khusus untuk menjual mainan barongsai .

“Tadi datang sama rombongan pedagang lainnya naik bus. Setiap tahun memang selalu kesini. Saat pelaksanaan Pekan Budaya Tionghoa ini,” ujarnya kepada Cendananews, Minggu (05/02/2017).

Anto dan sejumlah pedagang miniatur barongsai lainnya mengaku memang kerap berjualan hingga ke sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Barat untuk menjajakan dagangannya. Ia sengaja datang ke kota-kota yang memiliki agenda perayaan Tahun Baru Imlek atau Pekan Budaya Tionghoa.

“Memang saya selalu keliling kota untuk jual mainan ini. Sudah sekitar lima tahun. Selain ke Jogja juga ke Solo, Karawang hingga Bogor. Memanfaatkan hari perayaan tionghoa,” ujarnya.

Anto mengaku membawa sebanyak 100 buah mainan miniatur barongsai. Satu buah miniatur barongsai ukuran kecil ia jual seharga Rp20 ribu rupiah. Sementara miniatur barongsai ukuran besar ia jual seharga Rp60 ribu.

Sementara itu pedagang lainnya Surami (50) warga Jampirejo, Temanggung, juga mengaku sengaja datang dari Temanggung ke Yogyakarta untuk berjualan mainan miniatur kepala naga atau Liang Liong. Ia membeli maninan ini dari salah seorang pengrajin di Temanggung, untuk kemudian ia jual kembali.

“Saya datang tadi siang naik motor sama suami. Tiap tahun mesti kesini. Pas acara seperti ini aja. Kali ini saya bawa 300 buah mainan. Satunya saya jual 20ribu. Kalau ramai ya bisa habis, tapi kalau tidak ya dibawa pulang lagi,” ujar wanita yang sehari-hari bekerja serabutan ini.

Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...

Isi komentar yuk