Jelang Pilkada, Bupati Barito Kuala Naikkan Gaji Honorer

227

JUMAT, 10 FEBRUARI 2017
 
MARABAHAN —- Bupati Kabupaten Barito Kuala, Hasanuddin Murad, mengambil keputusan mengejutkan menjelang pemungutan suara pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 15 Februari mendatang. Ia menaikkan gaji guru honorer daerah (honda). Tapi, kenaikan gaji itu mesti dirapel setiap beberapa bulan sekali.

 Bupati Kabupaten Barito Kuala, Hasanuddin Murad, bertatap muka dengan guru.

Suami dari Calon Bupati Barito Kuala atas nama Noormiliyani A.S itu, sudah bertatap muka dengan sebagian guru honorer kemarin. “Katanya honda untuk guru masih sekitar Rp 300-an ribu. Kami akan naikan gajinya menjadi Rp 1 juta tapi pembayarannya dirapel,” katanya di Kota Marabahan, Jumat (10/2/2017).

Ia mengklaim pemerintah daerah punya kewenangan menaikkan gaji guru honor. Namun, Hasanuddin tak punya kewenangan menaikkan status honorer ke pegawai negeri sipil karena mesti persetujuan pemerintah pusat.

“Jika ada iming-iming dari mana pun yang akan menaikan gaji honor atau mengangkat status menjadi pegawai negeri, maka sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah 48 Tahun 2005, sama sekali tidak memiliki kewenangan,” katanya.

Bupati Barito Kuala dua periode itu ujung-ujungnya menyinggung momentum Pilkada 2017. Menjelang Pilkada, ia mewanti-wanti ada kemungkinan terlontar iming-iming di antara pasangan calon (paslon) yang menjanjikan mengangkat honorer menjadi PNS atau menaikkan tunjangan dan sebagainya.

Hasanuddin menyatakan tetap menyampaikan keinginan menambah guru PNS kepada pemerintah pusat karena Barito Kuala masih butuh banyak tenaga guru. Selain itu, dia sanggup menerbitkan Nomor Urut Pendidik Tenaga Kependidikan (NUPTK) asalkan ada Surat Keputusan yang menyatakan gaji bersumber dari BOS.

“Paling lambat seminggu,” demikian Hasanuddin menjanjikan.

Jurnalis: Diananta P. Sumedi / Editor: Satmoko / Foto: Diananta P. Sumedi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.