Kader Damandiri Kedepankan Rasa Saling Percaya

33

JUMAT, 3 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Posdaya Bacang RW 02, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, memang cukup teratur dalam administrasi. Setiap pengarahan, bimbingan maupun pelatihan dari Yayasan Damandiri benar-benar dilaksanakan dengan baik. Terutama untuk Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja), Posdaya Bacang sudah membentuk 5 Kelompok Tanggung Renteng. Masing-masing kelompok dipimpin seorang Penanggung Jawab (PJ).

Dokumen pengajuan pinjaman Tabur Puja

Neneng Hasanah adalah PJ dari kelompok 5 Tanggung Renteng Posdaya Bacang, sehingga di sistem pembukuan Tabur Puja kode Neneng adalah PJ5. Anggota Neneng sekarang sudah mencapai 16 orang, tersebar di sekitar tempat tinggal Neneng di RT 08, RW 01, Srengseng Sawah. Dengan anggota yang berdekatan, diyakini lebih mudah dalam membangun koordinasi.

“Semua anggota saya berasal dari pemetaan awal yang saya lakukan sendiri ketika pertama kali ditunjuk sebagai PJ. Mereka rata-rata tetangga dekat, teman dan sesama ibu rumah tangga yang tinggalnya tidak jauh dari kediaman saya,” ungkap Neneng, kepada Cendana News.

Anggota kelompok Neneng semuanya pedagang kecil. Dari penjahit pakaian, pedagang minuman ringan, lontong sayur, bahkan penjual es keliling. Untuk pertemuan kelompok, Neneng biasa menggunakan grup WhatsApp yang ada di smartphone. Namun bagi mereka yang telepon genggamnya tidak mempunyai aplikasi tersebut tetap dilayani Neneng lewat SMS.

“Sebenarnya lebih mudah jika ada aplikasi WhatsApp, tetapi saya fleksibel saja, karena tidak bisa memaksakan mereka harus punya telepon seluler yang bisa menjalankan aplikasi tersebut. Yang penting, saya terus berusaha dekat dengan mereka, agar terjalin ikatan emosional yang kuat,” tambah Neneng.

Jadwal pertemuan Kelompok PJ5 mengacu pada jadwal resmi yang dikeluarkan pengurus Posdaya Bacang. Pada Rabu di minggu keempat setiap bulan adalah jadwal pertemuan wajib Kelompok PJ5. Pertemuan ini dijadikan Neneng berikut seluruh anggotanya sebagai ajang berbagi keluh kesah. Mereka bertukar pikiran satu sama lain dan saling menguatkan untuk tetap semangat menjalani kehidupan sehari-hari.

Neneng Hasanah (paling kiri) saat menyetorkan uang cicilan anggota.

Para anggota kelompok rata-rata sudah memasuki putaran ketiga pinjaman Tabur Puja. Jumlah pinjaman mereka mulai bervariasi dari Rp. 2-3 Juta. Walau sudah masuk putaran ketiga, sejauh ini belum sekalipun menggunakan dana Tanggung Renteng untuk menutupi salah-satu anggota yang gagal mencicil. Kabarnya, Neneng menggerakkan mereka untuk menabung setiap hari, agar cicilan mereka lancar, walau usahanya sedang sepi pembeli. Besar tabungan yang disepakati untuk keperluan menambah uang cicilan saat jatuh tempo sejumlah Rp. 10.000 per orang.

“Sebenarnya, saya hanya mengimbau mereka sejak awal. Saya menggunakan pendekatan dari hati ke hati. Setelah itu, saya tekankan, bahwa membangun kepercayaan antar anggota kelompok itu penting demi menghindari kredit macet. Jika diberi kepercayaan untuk membayar tepat waktu, gunakanlah kepercayaan tersebut sebaik-baiknya agar pengajuan pinjaman berikutnya bisa disetujui. Kepercayaan hanya didapatkan satu kali saja, karena jika kepercayaan sudah hilang, tidak ada penawarnya,” pungkas Neneng, sambil membuka sebuah aplikasi pengajuan kredit seorang calon anggota Tabur Puja.

Mengacu pada kebijakan Damandiri agar 1 kelompok Tanggung Renteng berjumlah 25 orang, Neneng tetap akan memenuhi kuota tersebut. Hanya saja, ia tidak bisa begitu saja menerima calon anggota dengan sembarangan. Ada proses yang cukup ketat, agar ke depan tidak timbul masalah atau hal-hal yang tidak diinginkan.

Jurnalis: Miechell Koagouw/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.