KAHMI akan Gelar Napak Tilas Perjuangan HMI di Yogyakarta

JUMAT, 3 FEBRUARI 2017

YOGYAKARTA — Sebagai upaya mengembalikan semangat awal pendirian Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dirasakan semakin hilang, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) akan menggelar acara Napak Tilas Perjuangan 70 Tahun HMI yang dipusatkan di Kota Yogyakarta, akhir pekan ini. Acara bertajuk KAHMI Forever Jalan Sehat ini, akan dihadiri 700 kader HMI dari seluruh Indonesia, termasuk sejumlah tokoh seperti Mahfudz MD, Akbar Tanjung, Prof. Ichlasul Akmal, Chumaidi Syarif Romas, dan banyak lagi.

M Iqbal Djayusman (tengah)

Ketua Panitia Napak Tilas Perjuangan 70 Tahun HMI, M Iqbal Djayusman, mengatakan, sebagai salah-satu organisasi besar di Indonesia, HMI saat ini dinilai telah kehilangan semangat awal pendirian organisasi. HMI saat ini dinilai kurang tajam dan kurang memiliki gaung dalam mengkritisi kebijakan Pemerintah. Hal itu disebabkan adanya sikap sejumlah oknum kader HMI yang telah mengalami pergeseran nilai, hingga akhirnya diikuti kader lainnya.

“Khitoh HMI itu sebenarnya sudah jelas tertuang dalam visi misi organisasi. Yakni, mendukung kebinekaan sesuai Al-Quran dan Hadist. Karena itulah, memperingati Dies Natalis ke 70 HMI ini kita menggelar acara napak tilas. Tujuannya agar para kader HMI dapat mengingat dan meluruskan kembali semangat dan nilai-nilai awal saat HMI pertama kali didirikan di Yogyakarta,” ujarnya, Jumat (3/2/2017), sore.

Acara napak tilas sendiri dijelaskan akan dipusatkan di Benteng Vrederburg Yogyakarta. Yakni, dengan melewati sejumlah tempat-tempat bersejarah bagi perjuangan HMI. Di antaranya, eks Kampus Sekolah Tinggi Islam (STI) di Jalan Secodiningratan, yang menjadi tempat lahirnya HMI, Asrsma Mahasiswa STI sebagai Kantor Sekretariat awal HMI, Plengkung Wijilan yang pernah menjadi tempat bentrok berdarah kader HMI dengan kader PKI dan sebagainya.

“Melalui acara budaya berupa napak tilas ini, kita ingin mengulang kembali sejarah pendirian dan semangat HMI. Juga untuk mencari nilai-nilai yang saat ini telah ditinggalkan. Sehingga, diharapkan ke depan semua kader HMI dapat berkontribusi lebih, baik dari sisi sosial kemasyarakatan maupun dalam memperbaiki kodisi politik di Indonesia,” imbuh Presidium KAHMI, Buyung Muhammad Iqbal.

Selain kegiatan napak tilas dan jalan sehat, dalam acara Dies Natalis ke-70 HMI ini nantinya juga akan digelar sarasehan untuk membahas situasi dan kondisi terakhir bangasa. Terlebih melihat berbagai macam potensi konflik yang muncul di Indonesia bebeberapa waktu terakhir, yang dipicu berbagai hal baik itu masalah agama, suku, ras, strata sosial, pandangan politik dan sebagainya. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat muncul langkah solutif untuk memperbaikinya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Komentar