Kalibata Coffee Kalianda Tempat Berkumpulnya Pecinta Kopi di Lampung

269

SABTU, 11 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Menjamurnya berbagai tempat kuliner di Kota Kalianda, Lampung Selatan dengan berbagai sajian menu menjadikan kota tersebut semakin hidup di malam hari. Beberapa tempat makan, tempat minum menjadi tempat bersosialisasi antara kawan, kerabat serta hingga rekan bisnis. Salah satunya, Kalibata Coffe dengan konsep retro klasik yang berada di Jalan Kesuma Bangsa dengan dominasi sajian kopi.

Menu kopi Kalibata Blended

Sang pemilik (owner), Yosef Fauzi (34) mengungkapkan, Kalibata Coffee berdiri sejak 19 Desember 2015 dengan menu utama kopi dan dipadukan dengan sajian lain. Bermacam jenis minuman kopi dari berbagai wilayah di Indonesia dihadirkan almamater salah satu perguruan tinggi swasta di Lampung ini. Berbekal ilmu entreprenur yang diperolehnya dari bangku kuliar ditambah dengan kecintaannya dunia kopi membuatnya mantap untuk membuka usaha.

Usaha kuliner yang diberi brand Kalibata Coffe sudah mulai beroperasi sejak Desember tahun 2015 lalu tersebut berangkat dari keinginannya untuk mengangkat kearifan lokal daerah tempat tinggalnya. Di tempat tersebut disediakan menu khas Lampung, diantaranya ketan dicampur durian atau Serawa.

“Sebagai resto yang menerapkan konsep retro klasik kita tidak meninggalkan menu menu lokal bahkan ini juga sesuai dengan semangat mendukung Kota Kalianda sebagai kota wisata dan kita sajikan menu menu lokal,”ungkap Yosef.

Yosef Fauzi, pemilik Kalibata Cafe di Jalan Kusuma Bangsa Kalianda

Penyajian menu menu lokal tersebut akan diiringi dengan penambahan ornamen ornamen bernuansa Lampung, terutama pada bagian dinding dengan penggunaan kertas dinding (wall paper) yang menonjolkan tapis. Sesuai dengan rekomendasi dari Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Lampung Selatan, beberapa foto sejumlah tempat wisata akan ditampilkan di dinding resto Kalibata Coffee tersebut.

Nama Kalibata sendiri tidak terlalu asing bagi masyarakat Kalianda, terutama karena Kalibata merupakan salah satu gang tepat di belakang bangunan resto tersebut berada. Pemilihan nama Kalibata untuk menunjukkan keberadaan gang yang ada di ruas Jalan Kusuma Bangsa Kalianda sekaligus menjadi tempat representatif untuk lokasi berkumpul.

Suasana Kalibata Cafe yang nyaman digunakan sebagai tempat nongkrong anak muda Kalianda

Sementara itu, konsep retro klasik yang pernah populer pada tahun 1970 hingga sekitar tahun 1990 yang diterapkan Kalibata Coffe terlihat dari penggunaan aksesoris yang menghiasi tiga ruangan yang disediakan. Meja-meja unik seperti bekas mesin jahit menjadi tempat menyajikan hidangan serta lampu lampu gantung yang menyorot tepat di atas meja. Tidak ketinggalan sebuah sepeda kuno menyambut para tamu di pintu depan. Sementara di bagian dalam beberapa ornamen tambahan diantaranya plang nama KALIBATA COFFEE yang dibingkai dibuat secara khusus menggunakan bijih kopi.

“Saya sengaja membuat nama plang Kalibata Coffee menggunakan bijih kopi karena memang kesan kuat menu kopi sebagai sajian utama resto ini yang saya tonjolkan,”terang Yosef.

Ruangan yang disediakan di Kalibata Coffee diantaranya terdiri dari tiga ruangan berupa ruang terbuka di bagian depan yang menghadap langsung ke Jalan Kusuma Bangsa sehingga bisa menikmati suasana di sepanjang jalan sambil menikmati berbagai menu sajian khas Kalibata Coffee. Selain itu ruangan pada bagian tengah yang bisa digunakan untuk bercengkerama semberi melihat barista meracik kopi serta ruangan VIP untuk kegiatan pertemuan atau seminar mini sekaligus untuk lebih bersantai dengan suasana lebih santai.

Tempat Berkumpulnya Para Pecinta Kopi Lampung di Kalianda

Salah satu pecinta kopi Lampung, Boby (24) mengungkapkan, Kalibata Coffee merupakan salah satu tempat favorit para Komunitas Pecinta Kopi di Lampung (KPKL). Beberapa sajian kopi dalam dan luar negeri dengan konsep penyajian Single Original Coffee yang disediakan di Kalibata Coffe diantaranya terdiri dari puluhan jenis.

Gandi sang barista menyiapkan kopi khas Kalibata Cafe dengan sebutan Kalibata Blended perpaduan kopi arabica dan robusta

Menu paling utama adalah Kalibata Blended berupa perpaduan antara kopi arabica dan kopi robusta yang dikenal sebagai kopi khas Lampung Selatan. Sementara untuk jenis kopi lainnya disediakan; kopi Lampung kebon tebu, kopi Pagar Alam, Kopi Cililin Jawa Barat, Kopi Temanggung, Kopi Aceh Gayo, Kopi Malabar Jawa Barat, Kopi Kerinci Jambi, Kopi Sunda Gulali, Kopi Mocha Java, Kopi Latimojong Sulawesi, Kopi Dwi rasa, Kopi Trisula Beracun, Kopi Papua, Kopi Takengon, Kopi Brazil Cerrado, Kopi Costa Rica Tarazu, Kopi Ethiopia serta kopi Luwak.

Selain beragam varian kopi, bagi pecinta minuman lain Kalibata Coffee juga menyediakan minuman dengan penyajian (serving) dalam kondisi panas (hot) maupun dingin (cold). Beberapa menu yang ditawarkan diantaranya espresso, milk coffe, americano, cappucino, cafe latte, cafe mocha, caramel machiato, hazelnut latte, vanilla late, afogato.

Selain itu menurut Boby, sebagian pengunjung yang pernah diajaknya rata rata bukan hanya pecinta kopi tapi beberapa kawan perempuan yang tidak menyukai kopi sehingga ada pilihan menu minuman lain diantaranya, teh tarik, lemon tea, green tea, vanilla cokkies, chocolate chip, chocolate latte, green tea latte.

“Pecinta coklat juga bisa menikmati sajian coklat panas atau coklat dingin sesuai selera sembari menemani para penikmat kopi yang ada di sini,”ungkap Boby salah satu penikmat kopi yang juga pelanggan di Kalibata Coffee.

Selain itu pecinta kopi pemula bisa secara langsung melihat bagaimana sang peracik kopi melakukan aktifitas meracik kopi dengan berbagai metode atau dikenal dengan Hand Brewe Meode. Beberapa metode pembuatan kopi yang dikenal dan dilakukan di Kalibata Coffee diantaranya menggunakan metode pembuatan Vietnam Drip, V.60, Aeropress, French Press, Moca Pot serta Espresso machine. Pelanggan bahkan bisa ikut belajar bagaimana menyajikan berbagai jenis kopi terutama pada iven iven khusus berkumpulnya para pecinta kopi yang berbagung dalam Komunitas Pecinta Kopi Lampung (KPKL) di Kalianda.

Yosef Fauzi (kanan) owner Kalibata Cafe berbincang dengan Cendana News (kiri) tentang sejarah Kalibata Cafe

“Kalau menu yang disukai di sini rata rata sesuai selera pelanggan, tapi pada momen tertentu ada kesempatan merasakan berbagai jenis kopi yang disediakan agar mengetahui setiap karakter kopi yang ada di wilayah Indonesia bahkan dari luar negeri,”ungkap Boby.

Berbagai varian kopi bagi para pemburu rasa kopi sekaligus mempratekkan filosofi meminum kopi tersebut ungkap Boby relatif terjangkau untuk kantong remaja dan masyarakat Kalianda pada umumnya. Dibanderol dengan harga mulai Rp12.000 per porsi hingga Rp28.000, tetap tak menyurutkan minat para penikmat kopi. Sementara jenis jenis minuman selain kopi juga ditawarkan dengan harga bersahabat mulai dari 16.000 hingga Rp23.000.

Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.