Keluarga Sambut Jenazah TKI di Bandara Frans Seda Maumere

RABU, 1 FEBRUARI 2017

MAUMERE — Kesedihan puluhan anggota keluarga asal Desa Kesokoja, Kecamatan Palue, Pulau Palue, Kabupaten Sikka, pecah saat peti jenazah Aloysius Kare (51) tiba di pagar pintu keluar jenazah di bandara Frans Seda Maumere, Rabu (1/2/2017).

Petugas Tagana dari Dinas Sosial kabupaten Sikka sedang mengusung peti jenazah menuju mobil ambulans.

Kepada Cendana News yang menemuinya di Bandara Frans Seda, Ambrosius Tiba, mengatakan, korban merupakan tenaga kerja yang bekerja di Malaysia sejak 2012.

“Korban berangkat bekerja di Malaysia bersama temannya untuk membiayai sekolah ketiga anak perempuannya serta kehidupan keluarganya,” ujarnya.

Teman korban yang berasal dari desa yang sama memilih bekerja di Serawak Malaysia. Sementara korban memilih bekerja di Kuala Lumpur. Teman korban pun sudah meninggal setahun lalu dan diantar pulang untuk dimakamkan di Palue.

Korban pun, lanjutnya, memiliki paspor namun visanya sudah kadaluwarsa. Korban juga mengikuti warga Palue lainnya yang sudah terlebih dahulu bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Korban memang sakit tuberkolosis dan disuruh pulang. Namun korban memilih tetap bekerja agar bisa membiayai anak sulungnya hingga usai kuliah,” ungkapnya.

Anak korban yang sedang kuliah di Kupang, Yusmiati Meti, sedang menyiapkan skripsi. Sementara anak kedua, Valentina Meli, sedang melanjutkan sekolah di Yogyakarta atas biaya biarawati Katolik. Anak ketiga, Yohana Lenga, duduk di kelas I SMK St. Gabriel, Maumere.

Dedi, warga Palue di Kuala Lumpur bersama warga lainnya membiayai kepulangan jenazah ke Maumere. Sementara untuk tiba di kampung halaman di Pulau Palue dibiayai para kerabat dan kenalan yang ada di Maumere.

“Jenazah sudah tiba di Kupang sejak kemarin dan baru siang bisa dibawa ke Maumere serta langsung dibawa ke Palue menggunakan perahu milik warga dari Ropa di Kabupaten Ende,” pungkasnya.

Kesedihan keluarga korban menyambut kedatangan peti jenazah.  

Disaksikan Cendana News, istri korban Maria Huke (46) bersama ketiga anaknya, terlihat histeris bahkan pingsan saat peti jenazah korban diusung Tagana dari Dinas Sosial Kabupaten Sikka, dibawa menuju mobil ambulans. Selain keluarga dan kerabat korban, juga hadir Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Emy Laka, bersama anggota Tagana dan juga warga asal Palue yang bermukim di Maumere dan berasal dari desa yang sama dengan korban.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

 

Lihat juga...