Kenalkan Air Terjun Mertapan, Warga Munggu Lakukan Kerja Bakti

569

MINGGU, 5 FEBRUARI 2017

PONOROGO — Puluhan warga Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Minggu (5/2/2017) terlihat sibuk kerja bakti di sekitar kawasan wisata air terjun Mertapan. Sebanyak 30 warga mulai dari kalangan pelajar hingga dewasa terlihat antusias sembari membawa peralatan seadanya, mulai dari cangkul, sabit dan gancu.

Potensi wisata air terjun Mertapan

Ketua kelompok, Jono (31 tahun) menjelaskan, kegiatan ini dilakukan atas dasar inisiatif warga. Karena warga ingin memperkenalkan wisata yang baru dibuka sejak tahun 2016 lalu ini kepada masyarakat umum.

“Setiap hari Minggu, kami melakukan kerja bakti bersama-sama,” jelasnya saat ditemui Cendana News di lokasi.

Warga bekerja mulai pukul 06.00 – 11.00 WIB. Mulai dari membersihkan semak-semak hingga membuat jalur yang aman agar bisa dilewati oleh wisatawan. Meski wisata ini mulai dibuka sekitar setahun terakhir, potensi wisata sudah terlihat.

“Mulai banyak wisatawan luar kota juga beberapa komunitas datang berkunjung kesini,” ujarnya.

Suasana kerja bakti warga Desa Munggu

Hingga saat ini, dalam memberikan rasa nyaman untuk wisatawan, semua fasilitas dan infrastruktus masih dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, salah satunya pembangunan jembatan.

“Kami sudah memiliki ancang-ancang mengumpulkan iuran untuk membuat jembatan supaya wisatawan yang datang kesini bisa aman,” tuturnya.

Pasalnya, akses menuju air terjun Mertapan ini harus melewati jalan setapak serta menyeberangi satu sungai besar, saat air banjir datang tentunya hal ini mengkhawatirkan terutama keselamatan wisatawan.

Bahkan salah satu warga juga pernah menolong wisatawan perempuan yang ketakutan saat air banjir datang. Selang satu jam kemudian akhirnya wisatawan ini bisa dengan selamat melewati air sungai yang mulai tenang.

“Ke depan kami ingin membangun jembatan dengan uang hasil iuran, tapi untuk sementara kami ingin membersihkan semak-semak yang tumbuh di sepanjang jalan setapak menuju air terjun,” tandasnya.

Jono beserta warga Munggu lainnya berharap adanya perhatian dari pemerintah terkait potensi wisata ini. “Setidaknya bantuan dana, supaya akses ke air terjun tidak sesulit sekarang,” pungkasnya.

Potensi wisata air terjun Mertapan

Potensi Wisata Air Terjun Mertapan

Air terjun Mertapan berasal dari kata pertapa karena seringnya air terjun ini digunakan sebagai tempat bertapa. Air terjun setinggi 50 meter ini menyajikan pemandangan yang luar biasa. Bagaimana tidak, ribuan kubik air jernih berasal dari sumber mata air yang terdapat di puncak gunung jatuh bersama-sama serta melewati bebatuan semakin menambah apik pemandangan yang disuguhkan.

Meski jalan setapak yang dilalui guna mencapai air terjun ini terbilang susah, akses jalan raya hingga ke tempat parkir kendaraan sudah lumayan bagus. Jarak tempuh yang harus dilalui dari tempat parkir kendaraan ke air terjun sejauh 500 meter dengan tipikal pegunungan.

Sesampainya di air terjun, wisatawan disuguhi dengan pemandangan yang luar biasa. Terdapat pohon trembesi yang di bawahnya terdapat lempengan batu yang luas menghadap tepat ke arah air terjun. Semakin mendekati air terjun, hawa sejuk terasa menyerang. Air yang jernih membuat wisatawan tidak bisa menahan diri untuk tidak terjun atau sekedar bermain air. Bahkan beberapa anak kecil warga sekitar terlihat berenang dibawah air terjun.

Meski belum resmi dibuka, beberapa wisatawan asal kota Solo dan Madiun juga pernah berkunjung ke tempat ini. Wisatawan yang ingin berkunjung tidak dipungut biaya alias gratis bahkan tempat parkir pun gratis.

Melihat potensi ini, warga Desa Munggu yang tergabung kedalam komunitas Jegeg yang terdiri dari warga empat dusun, Jati Kulon, Jati Wetan, Nggesing dan Ngunusan mulai melakukan kerja bakti setiap minggu membersihkan akses jalan menuju air terjun yang tertutup semak dan licin. Nantinya warga ingin wisata yang ada di desanya semakin dikenal dengan masyarakat, selain itu juga menaikkan perekonomian masyarakat.

Jurnalis : Charolin Pebrianti / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Charolin Pebrianti

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.