Kerap Berlubang, Jalan di Jembatan Way Kuripan Diperbaiki

157
KAMIS, 16 FEBRUARI 2017
 

LAMPUNG — Kerusakan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di KM 81 Dusun Panegolan, Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, dan KM 67 Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, dikeluhkan oleh para pengguna jalan yang akan menuju ke Pulau Jawa dari Pulau Sumatera dan sebaliknya. Kerusakan cukup parah yang terjadi di atas jembatan Way Kuripan, Kecamatan Penengahan, bahkan berimbas kendaraan harus mengurangi kecepatan akibat aspal yang mengelupas dan menyebabkan lubang yang berbahaya bagi pengguna jalan tersebut. Sebagian besi penopang jembatan pada dasar aspal bahkan terbuka dan membahayakan pengguna kendaraan roda dua yang melintas pada malam hari.

Pengaspalan pada jalan berlubang di jembatan Way Kuripan.

Kondisi jalan di atas jembatan Way Kuripan, Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, di antaranya kerap bergelombang dan berlubang tersebut, akhirnya mulai diperbaiki pada Kamis (16/2/2017) oleh petugas pemeliharaan jalan Dinas Bina Marga Provinsi Lampung. Meski kerap mendapat perbaikan, namun melintasnya kendaraan dengan tonase berlebih mengakibatkan aspal di atas jembatan yang dibuat sejak tahun 1982 dan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan diberi nomor registrasi 17.020.004 tersebut, kembali rusak pada awal tahun 2017. Penanggunggjawab pemeliharaan jalan yang ditunjuk oleh Dinas Bina Marga Provinsi Lampung, Pramono, mengungkapkan, pemeliharaan dilakukan pada bagian jalan di atas jembatan, sementara untuk kondisi jembatan masih dalam kondisi baik untuk dilintasi karena kerusakan habnya terjadi pada bagian aspal jalan. Tepat di atas jembatan Way Kuripan tersebut.

“Kami sebagai pihak ketiga diminta untuk melakukan perbaikan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Lampung di titik-titik yang mengalami kerusakan di antaranya aspal yang mengelupas dan berlubang. Sementara pada bagian lain bergelombang,” ungkap Pramono dari PT Yuan Perkasa, saat ditemui Cendana News di Jembatan Way Kuripan, Kecamatan Penengahan, Kamis (16/2/2017).

Amir, penanggungjawab perbaikan jalan yang rusak.

Pramono yang didampingi oleh Amir, salah satu pengawas dari Dinas Bina Marga Provinsi Lampung tersebut mengaku, selain kendaraan yang melintas dengan tonase berlebih, kerusakan cepat terjadi akibat musim hujan yang menyebabkan pengelupasan pada bagian aspal. Proses pemeliharaan, ungkap Pramono, dilakukan dengan memperbaiki titik di atas jembatan selebar 4 meter x 5 meter. Sebelum diberi aspal baru dan dihaluskan, ia mengaku, pada jalan yang berada di atas jembatan tersebut terpaksa dibongkar dan dibersihkan sebab sebagian sudah hancur.

Sementara proses pemadatan dilakukan menggunakan tendem roller setelah aspal dihamparkan. Terkait kerusakan pada beberapa titik di ruas Jalan Lintas Sumatera, beberapa keluhan masyarakat dilayangkan ke Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Lampung Selatan. Saat dikonfirmasi Cendana News, menurut Kasatlantas Polres Lampung Selatan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mubiarto Banu Kristanto, telah diteruskan ke Dinas Bina Marga Provinsi Lampung untuk melakukan pemeliharaan di sejumlah titik yang rusak. Menurut AKP Mubiarto Banu Kristanto, perbaikan pada jalan yang rusak tersebut, harus segera dilakukan karena beberapa kejadian kecelakaan lalu lintas sebagian disebabkan faktor kerusakan jalan. Di antaranya jalan berlubang yang tak terlihat saat hujan dan sebagian aspal yang terkelupas pada bagian jembatan Way Kuripan.

“Kita sudah sampaikan kepada pihak terkait dan beberapa titik sudah diperbaiki, kerusakan jalan di antaranya terjadi akibat musim penghujan akhir-akhir ini dan bisa menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas,” ungkap AKP Mubiarto.

Pramono selaku pihak ketiga yang menyelenggarakan perbaikan jalan.

Satlantas Polres Lampung Selatan juga telah memberikan imbauan di sejumlah titik jalan yang rusak di antaranya berlubang dengan membuat beberapa rambu-rambu peringatan. Ia berharap dengan adanya perbaikan tersebut keselamatan pengendara kendaraan terutama kendaraan roda dua akan lebih terjamin. Terutama di beberapa ruas jalan rusak Jalinsum yang tidak memiliki lampu penerangan jalan umum (LPJU) akibat rusak, tidak menyala, atau sama sekali belum dipasang.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

 

Baca Juga
Lihat juga...