Ketum Maporina: Damandiri Mampu Memasyarakatkan Produk Organik

467

SABTU, 18 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Masyarakat Pertanian Organik Indonesia, disingkat Maporina, baru saja selesai mengadakan rangkaian kegiatan HUT ke XVII pada 8 hingga10 Februari 2017 yang lalu, bertempat di halaman Universitas Trilogi Jakarta Selatan.

Joko Sidik Pramono,MM, Ketua Umum Maporina Pusat Periode 2017-2021 (kanan)

Organisasi tani yang menghimpun para pelaku budi daya baik dari jenis tanaman pangan, hewan ternak sampai perikanan tersebut menggunakan pendekatan edukasi penggunaan pupuk maupun pakan (makanan hewan ternak dan ikan) organik.

Dengan tanaman pangan maupun ikan serta hewan ternak yang dihasilkan secara organik, diyakini akan memberikan dampak ke depan yang lebih baik untuk kesehatan tubuh manusia. “Sehat dan Cantik”, itulah motto humanis yang digaungkan pengurus Maporina pusat, khususnya pengurus baru periode 2017-2021.

Maporina memberdayakan petani agar mampu melakukan produksi pupuk organik secara masif untuk mencapai masyarakat madani sehat sejahtera. Memberdayakan itu otomatis berjalan seiring edukasi bagi petani, sehingga apa yang dilakukan Maporina ada kemiripan dengan Program Yayasan Damandiri bernama Pos Pemberdayaan keluarga (Posdaya).

Ketua Umum Maporina pusat periode 2017-2021, Joko Sidik Pramono,MM memberi pernyataan kuat tentang betapa kehadiran Posdaya mulai dari pelosok nusantara hingga menyentuh kota-kota besar sangat luar biasa.

Posdaya menyentuh empat aspek, mulai dari kesehatan, pendidikan, kewirausahaan sampai lingkungan. Yayasan Damandiri mensinergikan keempat aspek tersebut kemudian dikonversi menjadi sebuah dorongan besar mengangkat masyarakat kelas bawah sampai menengah menuju masyarakat sejahtera berkelanjutan atau lestari. Tidak lupa, dasar dari dorongan besar itu adalah semangat gotong royong dari masyarakat itu sendiri.

Memberdayakan masyarakat itu butuh sokongan dana serta sumber daya intelektual mumpuni, dan Yayasan Damandiri memiliki semua persyaratan tersebut untuk dapat terus mengibarkan semangat program pemberdayaan.

“ Saya kagum dengan pergerakan serta pencapaian luar biasa Yayasan Damandiri sejak awal berdirinya hingga saat ini. Bukan hal mudah memberdayakan masyarakat pertanian dan peternakan Indonesia dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia. Namun Yayasan Damandiri mampu melakukan semua itu,” sebut Joko Sidik Pramono tentang sepak terjang Yayasan Damandiri.

Varietas beras organik

Ketika mengadakan pameran produk tani nusantara di pelataran parkir Universitas Trilogi dalam perayaan HUT Maporina ke XVII, pada 8 hingga 10 Februari 2017 lalu, banyak produk-produk pertanian organik dari buah, sayuran, telur, ayam potong, pakan ikan hias hingga tanaman hias yang coba ditonjolkan Maporina. Dengan adanya Posdaya di daerah terpencil yang beranggotakan para petani unggul binaan Yayasan Damandiri, Joko yakin produk organik bisa lebih merakyat.

“ Butuh sinergi yang baik untuk memasyarakatkan kepada petani tentang bagaimana menghasilkan produk organik. Dan Yayasan Damandiri melalui Posdaya sebagai kekuatan, pasti mampu mewujudkannya,” pungkas Alumni Universitas Gajah Mada ini mengakhiri perbincangan dengan Cendana News.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw

Baca Juga
Lihat juga...