Komunitas Louhan Jogja Sarana Berkumpul dan Berbagi Ilmu

840

MINGGU, 5 FEBRUARI 2017

YOGYAKARTA — Sebagai gudangnya anak-anak muda, Yogyakarta dikenal memiliki berbagai macam komunitas. Mulai dari komunitas sepeda, kendaraan bermotor, hingga komunitas pecinta hewan peliharaan. Dari sekian banyak komunitas itu salah satunya adalah komunitas pecinta ikan Louhan yang tergabung dalam Komunitas Louhan Jogja.

Para anggota komunitas sedang mengamati ikan louhan

Sebagaimana namanya, komunitas ini merupakan wadah bagi para pecinta ikan louhan yang ada di Yogyakarta. Selain para penghobi, tak sedikit pula anggota juga merupakan para pembudidaya ataupun penjual di Yogyakarta dan sekitarnya.

Didirikan sejak 2013, komunitas ini awalnya hanya terdiri dari lima orang anggota saja. Namun siapa sangka, kini jumlah anggota aktif telah mencapai 200 orang. Bahkan jumlah anggota komunitas ini yang tergabung dalam dunia maya telah mencapai 8 ribuan orang.

“Awalnya dulu hanya beberapa orang pecinta louhan sering berkumpul untuk membicarakan hobi. Karena melihat banyaknya penghobi , kita berpikir untuk membuat komunitas. Tujuannya selain menjadi tempat kumpul, juga agar kita bersama-sama bisa meraih prestasi,” ujar Ketua Komunitas Louhan Jogja, Tunggul Priatama saat ditemui Cendananews, Minggu (05/0272017).

Selain rutin berkumpul untuk membahas dan menggelar berbagai kegiatan terkait ikan louhan, komunitas ini ternyata juga kerap melakukan berbagai kegiatan sosial. Mulai dari sekedar menggalang dana untuk sesama anggota yang tengah mengalami musibah, hingga menggelar kegiatan amal, bakti sosial termasuk mendonasikan sumbangan anggota ke rumah zakat.

“Terkait prestasi, kita rutin menggelar kontes ikan louhan minimal setahun sekali. Ini dilakukan agar para anggota bisa memamerkan koleksi ikan louhan masing-masing, sekaligus memacu anggota agar terus meningkatkan kualitas ikannya,” ujarnya.

Ketua Komunitas Louhan Jogja, Tunggul Priatama

Ikan louhan sendiri dijelaskan merupakan salah satu ikan hias asal Taiwan dan Malaysia yang populer di Indonesia sejak tahun 1998. Ikan louhan memiliki keunikan tersendiri dibanding ikan hias lainnya, berupa jenong (bulatan menonjol) di kepala serta corak warna yang menyala.

“Salah satu yang unik pada ikan louhan itu adalah sifatnya yang dinamis. Saat masih kecil ia mungkin hanya seperti ikan nila. Tapi begitu besar ia akan keluar corak warna dan jenong di kepala, sehingga terlihat sangat cantik. Selain itu ikan louhan juga termasuk ikan yang bisa diajak berinteraksi dengan pemiliknya,” jelasnya.

Dari sisi bisnis, ikan louhan ternyata juga sangat menjanjikan. Bibit ikan louhan yang awalnya Rp100ribu, dikatakan bisa mencapai harga Rp1,5 juta hanya dalam waktu 3 bulan saat corak warna dan jenongnya mulai keluar. Bahkan untuk ikan louhan kelas kontes yang telah menyandang juara bisa dihargai hingga Rp120juta.

“Perawatan ikan louhan juga tergolong sangat mudah. Cukup dengan menempatkannya di akuarium dan memberi makan berupa makanan hidupn seperti cacing atau udang, serta makanan buatan berupa pelet. Akan lebih bagus jika rutin diberi vitamin dan kerap dilatih dengan ikan louhan betina agar ia bisa berolahaga,” katanya.

Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.