KPK Belum Tahan Emirsyah Satar Meski Ditetapkan sebagai Tersangka

26

JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja selesai melakukan pemeriksaan kepada Emirsyah Satar yang tak lain adalah mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia dalam kasus perkara dugaan suap terkait dengan pembelian sejumlah mesin pesawat  Rolls-Royce buatan Inggris dan pembelian pesawat penumpang komersial jenis Airbus A 330-300 untuk maskapai Garuda Indonesia.

Febri Diansyah, Juru Bicara KPK, saat jumpa pers.

Emirsyah Satar sebelumnya diberitakan sempat menjalani pemeriksaan intensif selama 8 jam, mulai pukul 09:30 hingga pukul 17:30 WIB oleh Penyidik KPK di Gedung Baru KPK, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Meskipun telah berstatus sebagai tersangka, namun penyidik KPK rupanya masih belum menahan Emirsyah Satar.

Penyidik KPK telah menetapkan 2 orang sebagai tersangka, masing-masing Soetikno Soedarjo, seorang pengusaha yang diduga sebagai pihak pemberi suap. Penyidik KPK juga telah menetapkan Emirsyah Satar sebagai tersangka pihak penerima suap. Emirsyah Satar belakangan diketahui pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT. Garuda Indonesia (Persero) periode  2005 hingga 2014.

Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari Gedung Baru KPK, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, tersangka Emirsyah Satar selesai menjalani pemeriksaan pada sekitar pukul 17:30 di Gedung Baru KPK. Tak lama kemudian tersangka  Emirsyah Satar langsung keluar dan bergegas meninggalkan Gedung KPK Jakarta.

Pemanggilan sekaligus pemeriksaan terhadap Emirsyah Satar oleh penyidik tersebut merupakan yang pertama sejak dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap oleh penyidik KPK beberapa waktu yang lalu. Emirsyah Satar selama ini diduga telah menerima suap dalam bentuk uang senilai 2 juta Dolar Amerika (USD) dan suap dalam bentuk barang (bukan uang) senilai  2 juta USD.

“Tersangka ESA atau Emirsyah Satar, mantan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia telah selesai diperiksa penyidik KPK terkait kasus perkara dugaan suap dalam pembelian mesin pesawat Rolls-Royce dan pembelian pesawat jenis Airbus A 330-300. Penyidik KPK belum menahan ESA karena masih membutuhkan keterangan dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan” kata Febri Diansyah, Juru Bicara KPK, saat jumpa pers, Jumat petang (17/2/2017).

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: : Eko Sulestyono

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.