KPK Jadwal Ulang Panggil Yasonna Laoly sebagai Saksi Kasus e-KTP

136

JUMAT, 10 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rencananya akan melakukan penjadwalan ulang terkait dengan pemanggilan terhadap Yasonna H. Laoly, mantan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) periode masa jabatan tahun 2009 hingga 2014.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat berada di Gedung KPK Jakarta.

Sebelumnya diberitakan, penyidik KPK setidaknya telah 2 kali melakukan pemanggilan terhadap Yasonna H. Laoly, namun yang bersangkutan mangkir alias tidak hadir memenuhi panggilan penyidik KPK. Yasonna H. Laoly rencananya akan diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan suap dan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Penyidik KPK rencananya akan melakukan penjadwalan ulang terkait pemanggilan dan pemeriksaan kepada yang bersangkutan (Yasonna H. Laoly-redaksi) yang tak lain adalah mantan anggota Komisi II DPR RI periode 2009 hingga 2014. Penyidik KPK sudah 2 kali melayangkan surat panggilan, namun hingga saat ini belum bisa hadir memenuhi panggilan penyidik KPK,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah,  kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Penyidik KPK akan memeriksa dan meminta keterangan Yasonna Laoly sebagai saksi terkait dugaan kasus suap dan korupsi  penggelembungan anggaran dalam proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) nasional yang berbasis elektronik atau yang biasa dikenal dengan sebutan e-KTP yang diperkirakan telah merugikan keuangan negara lebih dari 2 triliun rupiah.

Yasonna H. Laoly rencananya akan diperiksa dan dimintai keterangannya oleh penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka I (Irman) maupun tersangka S (Sugiharto). Keduanya ,sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan atau dititipkan sementara di Rumah Tahanan (Rutan) Polisi Militer Kodam Jaya atau Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan.

KPK hingga saat ini setidaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 208 saksi, 2 diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sementara di Rumah Tahanan KPK. Saat ini penyidik KPK masih merampungkan berkas perkaranya, apabila nanti dinyatakan lengkap (P 21) maka selanjutnya akan segera disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Baca Juga
Lihat juga...