KPK Jerat Bambang Irianto Lakukan Pencucian Uang dan Terima Suap

JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Bambang Irianto yang tak lain adalah Wali Kota Madiun, Jawa Timur, telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan oleh pihak penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bambang Irianto kemungkinan besar akan menghadapi 2 dakwaan atau sangkaan sekaligus terkait kasus perkara hukum yang menjeratnya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat jumpa pers di Gedung KPK Jakarta.

Penyidik KPK menduga bahwa Bambang Irianto telah melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yaitu dalam bentuk penerimaan sejumlah uang yang diduga sebagai suap dan sekaligus didakwa telah melakukan Tindak Pindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait dengan proyek pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM) yang terletak di Jalan Panglima Besar (PB) Sudirman, Kota Madiun, Jawa Timur.

Sebelumnya diberitakan, petugas KPK sempat melakukan penggeledahan di beberapa lokasi di wilayah Kota Madiun, Jawa Timur. Penggeledahan tersebut dilakukan antara kain di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Jalan Pahlawan, Kota Madiun hingga rumah kediaman pribadi Bambang Irianto bersama keluarganya di Jalan Jawa, Kota Madiun.

Tersangka Bambang Irianto kini telah ditahan oleh penyidik KPK, untuk sementara yang bersangkutan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK milik Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya, Guntur, Jakarta Selatan. Saat ini penyidik KPK kembali memperpanjang masa penahanan sembari melengkapi berkas kasus perkaranya (P 21), selanjutnya kasus tersebut kemudian akan segera disidangkan di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Demikian pernyataan resmi dari pihak KPK yang disampaikan langsung oleh  Febri Diansyah, Juru Bicara KPK, saat menggelar jumpa pers dengan para awak media di Gedung Baru Jakarta. Dengan demikian maka tersangka Bambang Irianto didakwa telah melakukan 2 kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), masing-masing adalah kasus perkara dugaan penerimaan suap dan kasus dugaan melakukan TPPU.

“Penyidik KPK telah mendakwa tersangka BI  atau Bambang Irianto yang tak lain adalah Wali Kota Madiun, Jawa Timur dengan 2 dakwaan sekaligus. Pertama BI disangkakan telah menerima sejumlah suap, kemudian yang kedua  BI disangkakan telah melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),” kata Febri Diansyah, Juru Bicara KPK, saat jumpa pers di Jakarta, Jumat malam (17/2/2017).

Bambang Irianto hingga saat ini masih tercatat menjabat sebagai Wali Kota Madiun selama 2 periode, periode 2009 hingga 2014. Kemudian Bambang Irianto terpilih kembali menjabat sebagai Wali Kota Madiun periode 2014 hingga 2019. Selain menjabat sebagai Wali Kota Madiun, Bambang Irianto juga tercatat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Madiun, Jawa Timur.

Proyek pembangunan PBM yang terletak di Jalan Panglima Besar Jendral Sudirman, Kecamatan Taman Kota Madiun tersebut belakangan diketahui telah menghabiskan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Madiun sebesar 76,5 miliar rupiah. Sebelumnya direnovasi total, PBM sempat mengalami kebakaran hebat pada tahun 2009 yang meluluhlantakkan seluruh bangunan PBM hingga nyaris tak tersisa.

Hingga saat ini penyidik KPK masih menghitung berapa jumlah penerimaan suap atau gratifikasi dan juga masih menghitung terkait dengan dugaan melakukan TPPU yang dilakukan Bambang Irianto. KPK setidaknya telah melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan sekitar lebih dari 30 orang saksi dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan.

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Komentar