banner lebaran

KPK Masih Bisa Perpanjang Waktu Guna Selesaikan Kasus Suap Bupati Klaten

60

KAMIS, 9 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi hingga kini masih terus menyelidiki kasus perkara dugaan suap jual-beli jabatan di Pemerintahan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. KPK telah menetapkan 2 orang tersangka dalam kasus tersebut, masing-masing Bupati Klaten, Sri Suharti, dan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Suramlan.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan, Penyidik KPK masih mempunyai waktu selama 60 hingga 80 hari ke depan untuk segera menuntaskan kasus perkara dugaan jual-beli jabatan yang menjerat SHT (Sri Hartini –red), yang tak lain adalah Bupati Klaten, Jawa Tengah. “Setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P21), maka perkaranya akan segera disidangkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta,” jelasnya, Kamis (9/2/2017).

Sebelumnya, Penyidik KPK telah menetapkan Sri Hartini sebagai tersangka penerima suap sejak 31 Desember 2016, lalu. Sri Hartini disangkakan telah melanggar Pasal 12 a dan b, atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Tipikor, juncto Pasal 55 ayat 1  Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 65.

Sri Hartini diancam dengan hukuman penjara seumur hidup atau penjara maksimal selama 20 tahun. Sri Hartini sebelumnya diketahui sempat menjalani masa penahanan selama 20 hari pertama setelah ditangkap petugas KPK dalam gelar Operasi Tangkap Tangan di beberapa lokasi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Dalam perkembangannya, Penyidik KPK telah memperpanjang masa penahanan sementara Sri Hartini selama 40 hari, yang berlaku sejak 20 Januari 2017 hingga 28 Februari 2017, mendatang. Namun demikian, Penyidik KPK masih bisa lagi memperpanjang waktu penahanan hingga 60 hari ke depan, jika penyidik masih merasa membutuhkan atau memerlukan  keterangan tambahan dari saksi-saksi lainnya.

Selain mengamankan beberapa orang yang salah-satunya adalah Bupati Klaten, Sri Hartini, dan beberapa orang lainnya di Rumah Dinas Kediaman Bupati Klaten, Jawa Tengah, KPK juga berhasil mengamankan uang tunai senilai Rp. 2,08 Miliar, masing-masing dalam pecahan mata uang Dolar Amerika senilai 5.700 USD dan dalam pecahan mata uang Dolar Singapura senilai 2.035 SGD.

Jurnalis: Eko Sulestyono/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Eko Sulestyono

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.