KPK Periksa 3 Tersangka Kasus Dugaan Suap Patrialis Akbar

60

SELASA, 14 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi masih mendalami kasus perkara dugaan suap dengan tersangka Patrialis Akbar, mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Hari ini, KPK kembali melakukan pemeriksaan terhadap 3 tersangka lain yang diduga terlibat dalam kasus perkara dugaan suap yang menjerat Patrialis Akbar tersebut.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

Usai memeriksa Patrialis Akbar sebagai tersangka penerima suap sejak pagi hingga siang tadi, Penyidik KPK kemudian memeriksa tiga orang tersangka lainnya, masing-masing Kamaludin, Basuki Hariman dan N.G. Fenny. Sebelumnya, ketiga tersangka tersebut tampak datang di Gedung KPK dalam waktu hampir bersamaan. Pertama datang adalah tersangka Patrialis Akbar, kemudian Basuki Hariman dan disusul Kamaludin. Sedangkan N.G. Fenny, belum terlihat datang.

“Selain memeriksa tersangka PAK (Patrialis Akbar), hari ini Penyidik KPK juga memeriksa 3 orang tersangka lainnya dalam kasus perkara dugaan suap yang menjerat tersangka PAK, masing-masing adalah KM (Kamaludin), BSH (Basuki Hariman) dan NGF (NG Fenny)” jelas Juru Bicara KPK, Febri Dianysah, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/2/2017), petang.

Hingga kini, Penyidik KPK setidaknya telah menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus suap terkait permohonan judicial review Undang-Undang (UU) Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Patrialis Akbar diduga telah menerima uang suap sekitar 20.000 Dolar Amerika (USD) dan 200.000 Dolar Singapura (SGD).

Penyidik KPK juga menduga, Basuki Hariman telah memberikan sejumlah uang suap melalui sekretarisnya, N.G. Fenny, kemudian uang tersebut diberikan kepada Kamaludin yang merupakan sahabat Patrialis Akbar. Selanjutnya melalui perantaraan Kamaludin, uang tersebut akhirnya diberikan kepada tersangka Patrialis Akbar. Setidaknya Patrialis Akbar telah menerima yang suap secara bertahap sebanyak tiga kali.

Jurnalis: Eko Sulestyono/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Eko Sulestyono

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.