banner lebaran

KPK Resmi Tahan Choel Mallarangeng

40

SENIN, 6 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya secara resmi menahan Choel Mallarangeng terkait keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi pembangunan proyek sarana fasilitas olahraga yang terletak di daerah Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Febri Diansyah, Juru Bicara KPK.

Proyek Hambalang tersebut, belakangan diketahui dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2011 hingga 2012. Namun, kenyataannya, proyek tersebut mangkrak alias tidak berjalan dengan semestinya. Salah satunya, karena diduga telah dikorupsi secara berjamaah sehingga merugikan keuangan negara miliaran rupiah.

Choel Mallarangeng yang belakangan diketahui bernama lengkap Andi Zulkarnaen Mallarangeng tersebut memang merupakan adik kandung Andi Alfian Mallarangeng, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II pada era Pemerintahan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Andi Mallarangeng sendiri sebelumnya diketahui telah dijebloskan ke penjara selama 4 tahun masa tahanan karena diduga terkait kasus korupsi proyek Hambalang saat dia masih menjabat sebagai Menpora tahun 2009 hingga 2013 sebelum akhirnya digantikan oleh KRMT Roy Suryo.

Sebelumnya, penyidik KPK memang telah menetapkan status tersangka kepada Choel Mallarangeng sejak satu tahun yang lalu. Namun, saat itu, Choel Malarangeng memang belum ditahan. Selama satu tahun penyidik KPK berulang kali memanggil dan memeriksa Choel Mallarangeng sebagai saksi untuk beberapa tersangka lainnya.

Sebelum resmi ditahan oleh penyidik KPK, Choel Mallarangeng memang sempat menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan selama beberapa jam oleh penyidik KPK di Gedung KPK Jakarta, Jalan Hajjah Rangkayo Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, sejak siang hingga petang, Senin (6/2/2017).

Febri Diansyah, Juru Bicara KPK mengatakan, penyidik KPK hari ini secara resmi telah menahan AZM (Andi Zulkarnaen Mallarangeng).

“Sebelumnya yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka selama 1 tahun yang lalu. AZM untuk sementara akan menjalani masa penahanan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya, Guntur, Jakarta Selatan,” katanya kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Senin (6/2/2017).

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.