KPK Tetapkan 1 Tersangka Dugaan Suap Pembuatan Paspor dan Visa di KBRI Malaysia

130

SELASA, 7 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini, memgumumkan seorang tersangka baru, yaitu DW (Dwi Widodo -red), dalam kasus perkara dugaan penerimaan suap terkait kepengurusan dokumen Paspor dan Visa di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Demikian pernyataan resmi yang disampaikan langsung oleh Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat menggelar acara jumpa pers kepada para awak media di Gedung Baru KPK Jakarta, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2017), petang.

Febri menyebut, kasus DW sudah dinaikkan statusnya dari tingkat penyelidikan menjadi penyidikan. KPK menduga, yang bersangkutan (Dwi Widodo) selama ini telah menyalah-gunakan jabatan dan wewenangnya sebagai seorang Atase Imigrasi KBRI di Kuala Lumpur, Malaysia.

Penyidik KPK juga menduga, DW selama ini telah menerima uang suap sebesar Rp. 1 Miliar dari hasil praktek ilegal berupa pungutan liar (pungli) di atas biaya-biaya resmi yang telah ditentukan sebelumnya, terkait dengan pembuatan dokumen pengurusan Paspor dan Visa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaydia yang sebelumnya dinyatakan telah hilang maupun rusak.

Sedangkan pihak yang dirugikan dan sekaligus menjadi korban akibat perbuatan sepihak yang dilakukan Dwi Widodo tersebut, kebanyakan adalah para TKI yang selama ini bekerja di wilayah Negara Malaysia. Saat ini, KPK sedang mendalami dan memeriksa yang bersangkutan terkait kasus dugaan suap tersebut.

“Hari ini, penyidik KPK telah menetapkan seorang tersangka baru, yaitu DW, yang tak lain adalah Atase Imigrasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia. DW diduga telah menerima suap dalam proses kepengurusan atau pembuatan Paspor dan Visa baru yang sebelumnya dinyatakan hilang maupun rusak di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia maupun melalui Perwakilan Konsulat Indonesia yang tersebar di sana” jelas Febri.

Jurnalis: Eko Sulestyono/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Eko Sulestyono

Baca Juga
Lihat juga...