Lahan Basah Dimanfaatkan untuk Potensi Cadangan Air

KAMIS, 2 FEBRUARI 2017

BALIKPAPAN — Kebutuhan air bersih di Kota Balikpapan menjadi salah satu persoalan yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Balikpapan. Mengingat kebutuhan air bersih untuk warga di kota dipenuhi melalui Waduk Manggar yang mengandalkan tadah hujan kemudian dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menjadi air bersih. Waduk Teritip pun yang kini dalam tahap pembangunan, tak lama lagi akan berfungsi.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto.

Meski kebutuhan air bersih masih terbatas, tapi Balikpapan memiliki lahan basah yang cukup diperhitungkan. Cukup diperhitungkan itu masih ada lahan basah yang belum dimanfaatkan dengan maksimal. Lahan basah yang ada dari pantauan Badan Lingkungan Hidup digunakan untuk konservasi dan lahan terbuka hijau. Untuk itu, lahan basah yang ada berpotensi sebagai cadangan air bersih.

Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup, Suryanto, lahan basah itu terbagi dua jenis untuk Kota Balikpapan. Yaitu untuk kegiatan ekonomi dan area konservasi.

“Lahan yang digunakan untuk kegiatan ekonomi itu seperti lahan untuk tambak. Konservasi itu seperti lahan yang sudah ditanami mangrove untuk menjaga resapan air dan lahan terbuka hijau yang selalu dijaga,” katanya Kamis (2/2/2017). Ada pun kawasan konservasi itu sudah dilestarikan yakni lahan itu ada di Waduk Manggar dan konservasi mangrove.

Suryanto menilai, lahan basah yang ada di area bawah Waduk Manggar sebenarnya berpotensi dan bisa dimanfaatkan dibuat waduk anakan limpasan air dari Waduk manggar. “Kajiannya memang seperti itu, tapi di tata ruang masih dipertahankan menjadi area penyangga atau area hijau,” ujarnya.

Sedangkan untuk mangrove juga bisa digunakan untuk sumber air baku lainnya. “Itu kalau dilihat dari kasat mata bisa digunakan sebagai sumber air baku yakni sumber air tanah. Ya sebagai cadangan air, apabila Waduk Manggar kekurangan,” beber Suryanto.

Ia menambahkan hal itu sudah didiskusikan dengan PDAM karena sudah memasuki perubahan iklim sehingga diperlukan sumber cadangan air.

Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti

Komentar