Landasan Pacu Bandara Internasional Kulonprogo Dibangun Paling Awal

72

SENIN, 6 FEBRUARI 2017

YOGYAKARTA — Setelah dilakukan ground breaking atau peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, proses pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta yang berada di Kecamatan Temon, Kulonprogo saat ini telah mulai berjalan. Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Danang S Baskoro, sebagai pihak pelaksana pembangunan bandara ini menyebutkan, proses pembangunan Bandara Internasional Kulonprogo akan dilakukan dalam dua tahap.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Danang S Baskoro (tengah).

Pada tahap pertama proses pembangunan bandara ditargetkan akan selesai dan sudah dapat dioperasikan pada bulan Maret 2019 mendatang. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya mengaku akan memulai pembangunan 3 bagian utama bandara internasional Kulonprogo tersebut.

Yakni runway atau landasan pacu sebagai tempat pendaratan dan lepas landas pesawat. Apron atau pelataran pesawat yang digunakan untuk parkir pesawat maupun mengisi bahan bakar serta menaikkan dan menurunkan penumpang. Dan yang terakhir terminal penumpang sebagai tempat menunggu penumpang serta kegiatan penunjang operasional bandara lainnya.

“Yang pertama kita bangun adalah runway. Baru setelah itu apron dan terakhir terminal,” katanya di Yogyakarta, Senin (06/02/2017).

Pembangunan landasan pacu atau runway dilakukan paling awal karena merupakan bagian terlama dan tersulit yang akan dibangun. Selain meliputi area yang luas, pembangunan landasan pacu ini juga dikatakan membutuhkan berbagai macam persyaratan. Baik analisis dampak lingkungan (amdal), analisis potensi bencana, hingga terkait Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), maupun persyaratan lainnya.

“Kita sudah melakukan berbagai pengkajian dan mitigasi. Sehingga diharapkan pembangunan bandara ini dapat selesai tepat waktu. Kita juga meminta kepada masyarakat, khususnya warga di sekitar lokasi pembangunan bandara agar dapat membantu dan bekerjasama demi kepentingan dan kebaikan semua pihak,” ujarnya.

Bandara Internasional Kulonprogo yang dibangun di atas lahan seluas 587 hektar ini, nantinya pada tahap pertama akan memiliki landasan pacu sepanjang 3250 meter dengan lebar 60 meter. Landasan pacu ini dikatakan lebih panjang dan lebih lebar dari sejumlah bandara internasional lainnya seperti di Solo, Bali, atau Surabaya. Sementara apron Bandara Internasional Kulonprogo ini nantinya akan dapat menampung sebanyak 28 pesawat. Sedangkan terminal penumpangnya akan dapat menampung sebanyak 15 juta orang per tahun.

“Dengan fasilitas dan kapasitas yang dimiliki, Bandara Internasional Kulonprogo ini nantinya diharapkan akan menjadi salah satu bandara utama di Indonesia. Terlebih Yogyakarta merupakan daerah tujuan wisata terbesar kedua setelah Bali. Sehingga adanya bandara baru ini akan bisa menjadi pintu masuk para wisatawan mancanegara ke Indonesia,” pungkasnya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto: Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...

Isi komentar yuk