Longsor di Kota Ende, 5 Rumah Warga Rusak Berat

JUMAT, 3 FEBRUARI 2017

ENDE — Tingginya curah hujan yang terjadi di Kabupaten Ende, menyebabkan tebing setinggi 10 meter longsor dan menimpa rumah warga di  Kelurahan Rewarangga Selatan, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende.

Salah-satu rumah warga Ende Timur yang rusak akibat tanah longsor.

Akibat bencana tanah longsor itu, dua warga luka ringan, 5 unit rumah warga rusak berat, serta 2 unit kendaraan roda dua rusak berat tertimbun material longsor. Selain itu, puluhan rumah warga di kelurahan Rewarangga yang berdekatan dengan lokasi longsor juga terancam. Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende, Albertus Yani Demu, saat ditemui media, Kamis (2/2/2017), malam.

Albertus juga mengatakan, bencana tanah longsor terjadi sekitar pukul 16.30 WITA, setelah sejak sekitar pukul 14.00 WITA hujan deras melanda Kota Ende. “Warga yang menjadi korban tanah longsor saat ini sudah mengungsi ke rumah  tetangga, karena rumah mereka rusak berat. Bersyukur kejadian itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.

Menurut Albertus, tingginya curah hujan yang melanda Kota Ende selama kurang lebih empat jam tersebut memicu tebing yang ada di belakang rumah Yance Suku longsor dan menimpa rumah. Material longsor berupa tanah dan batu berukuran besar, menjebol  rumah Ibu Olifia Wenggo, dan merusak beberapa bagian atap rumah warga lainya. Proses pembersihan longsor diprediksi akan membutuhkan waktu hingga beberapa hari ke depan.

Olifia Lenggo, rumahnya juga ambruk tertimpa material longsor.

Akibat peristiwa tanah longsor ini, beber Albertus, korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Ia pun mengimbau kepada warga di Kecamatan Ende Timur,  untuk meningkatkan kewaspadaan, karena intensitas curah hujan dalam kurun waktu sepekan terakhir cukup tinggi dan telah memicu sejumlah kejadian tanah longsor. “Utamanya untuk rumah warga yang berada di bawah tebing dan lereng pegunungan, harus waspada demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Komentar