banner lebaran

Luput dari Pengawasan, 3 Anak Laki-laki di Manado Hanyut Saat Mandi di Pantai

70

SENIN, 6 FEBRUARI 2017

MANADO — Diduga terlalu asyik mandi di pantai di sekitar bawah Jembatan Kuning, Boulevard, Manado, 3 anak laki-laki, hanyut terbawa ombak, Minggu (5/2/2017). Ketiga anak tersebut, masing-masing Sandi Daniel Lamia (8), Yohanes Pangemana (13) dan Renold Kaulusan (10), yang merupakan warga Kelurahan Bumi Baringin, Kecamatan Wanea.

Suasana pencarian tiga anak hanyut di Manado.

Informasi di lokasi kejadian menyebut, ketiga anak tersebut mandi di pantai sejak sekitar pukul 15.30 WITA. Diduga karena keasyikan mandi di pantai dan luput dari pengawasan orangtua, ketiga anak tersebut hanyut terbawa arus ombak ke tengah pantai. Kejadian naas ini baru diketahui oleh orangtua korban, setelah mendatangi lokasi pantai pada  sekitar pukul 17.00 WITA, dan melihat anak mereka sudah tidak berada di lokasi.

Karena tak juga ditemukan, warga pun kemudian melapor, dan tidak lama kemudian Tim Gabungan dari Badan SAR Nasional, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Manado, RAPI Rescue, TNI-POLRI, serta Unit SAR Sulawesi Utara, turun ke lokasi kejadian dan melakukan pencarian.

Setelah beberapa lama mencari, Tim Gabungan berhasil menemukan 1 korban hanyut, yakni Sandi Daniel Lamia, dalam kondisi tak bernyawa. Jenazahnya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Prof. Kandou untuk dilakukan otopsi. Sementara itu, 2 korban lainnya hingga berita ini diturunkan belum ditemukan.

“Kami baru menemukan satu anak, sedangkan dua lagi belum ditemukan. Kami masih terus berusaha mencari bersama dengan tim lainnya. Semoga mereka bisa segera ditemukan”, kata Fery, salah-satu anggota BASARNAS Manado, sembari mengimbuhkan, jika pencarian hingga pukul 00.00 WITA akan dilanjut keesokan pagi.

Jurnalis: Ishak Kusrant/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ishak Kusrant

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.