Majelis Hakim Vonis Irman Gusman 4,5 Tahun Penjara

91
SENIN  20 FEBRUARI 2017
JAKARTA—Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta akhirnya resmi telah menjatuhkan putusan atau vonis hukuman penjara selama 4,5 tahun untuk terdakwa IG (Irman Gusman), yang sebelumnya diketahui pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia periode 2009 hingga 20014 dan 2014 hingga 2019.
Nawawi Pamulango (tengah), Ketua Majelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan Irman Gusman.

Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, pembacaan putusan atau vonis hukuman penjara 4,5 tahun untuk terdakwa Irman Gusman tersebut dibacakan secara langsung oleh Nawawi Pamulango S.H., Ketua Majleis Hakim yang selama ini memimpin jalannya persidangan dengan terdakwa Irman Gusman.
“Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dengan ini  memutuskan menjatuhkan hukuman penjara kepada saudara Irman Gusman selama 4 tahun 6 bulan, kemudian ditambah kewajiban membayar denda sebesar 200 juta rupiah, jika tidak dapat membayar denda, maka dapat diganti dengan hukuman kurungan selama 3 bulan penjara,” kata Nawawi Pamulango, Ketua Majelis Hakim     di Ruang Sidang, Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin siang (20/2/2017)
Sebelumnya diberitakan, Irman Gusman yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua DPD RI ikut “terjaring” dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT) bersama 2 orang  lainnya. OTT tersebut digelar petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Rumah Dinas Ketua DPD RI di Jalan Denpasar, Setia Budi, Jakarta Selatan.
Petugas KPK berhasil menangkap Irman Gusman dan 2 orang lainnya, masing-masing adalah pasangan suami-istri, yaitu Xaveriandy Sutanto dan Memi. Penyidik KPK menduga bahwa Irman Gusman disangkakan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Xaveriandy Sutanto dan istrinya Memi sebelumnya disangkakan penyidik KPK sebagai pihak pemberi suap.
Selain itu petugas KPK juga berhasil mengamankan dan menyita uang tunai sebesar 100 juta rupiah saat berada di Rumah Dinas Ketua DPD RI tersebut. Uang tunai senilai Rp100 juta tersebut diduga sebagai salah satu bentuk suap atau gratifikasi berkaitan dengan pengadaan kuota impor gula yang ber-Sertifikasi Nasional Infonesia (SNI), khususnya untuk wilayah Provinsi Sumatera Barat.
Irman Gusman saat meninggalkan ruang persidangan. 

Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono
Baca Juga
Lihat juga...