Majelis Kehormatan MK Bertemu Pimpinan KPK Bahas Kasus Suap Patrialis Akbar

75

KAMIS,  2 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siang tadi kedatangan “tamu penting” yang tak lain salah satunya adalah Bagir Manan, mantan Ketua Mahkamah Agung (MA). Bagir Manan datang ke Gedung KPK Jakarta seorang diri. Tak lama kemudian beberapa rekannya datang menyusul di belakang Bagir Manan.

Bagir Manan saat tiba di Gedung KPK Jakarta.

Bagir Manan ditunjuk sebagai Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menyelidiki kasus dugaan perkara penerimaan suap yang menjerat Patrialis Akbar, seorang hakim yang selama ini bekerja untuk Mahkamah Konstitusi (MK). Patrialis Akbar sendiri diberitakan telah ditangkap dan diamankan petugas KPK pada saat menggelar Operasi Tangkap Tangan  (OTT) di beberapa lokasi di Jakarta.

Kedatangan Majelis Kehormatan MK tersebut untuk mengetahui lebih jauh dan sekaligus mendapatkan laporan atau kesimpulan terkait dengan prosedur hukuman yang rencananya akan diberikan kepada Patrialis Akbar sebagai Hakim Konstitusi di MK yang terjaring OTT KPK. Patrialis Akbar diduga menerima suap terkait dengan judicial review atau uji materi terhadap Undang-undang (UU) Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Dalam kunjungannya kali ini, Majelis Kehormatan MK meminta kepada Pimpinan KPK agar bisa diberikan kesempatan untuk bertemu secara langsung dengan Patrialis Akbar. Patrialis Akbar saat ini masih menjalani masa tahanan sementara alias dipenjara di Rumah Tahanan (Rutan) KPK yang letaknya berada di samping, satu kompleks dengan Gedung KPK, Kuningan Jakarta Selatan.

Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari Gedung KPK Jakarta, Jalan Hajjah Rangkayo Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, rombongan anggota Majelis Kehormatan MK yang dipimpin langsung oleh Bagir Manan, mantan Ketua Mahkamah Agung (MA)  tiba di Gedung KPK pada pukul 14.30 WIB. Kedatangannya ke Gedung KPK Jakarta langsung disambut beberapa pejabat atau petinggi KPK yang sudah menunggu.

Majelis Kehormatan MK tersebut memang dibentuk mendadak kemarin. Salah satu tujuan pembentukannya adalah melakukan pengusutan dan penyelidikan (investigasi) terhadap kasus perkara dugaan suap yang menjerat Patrialis Akbar. Majelis Kehormatan MK tersebut terdiri dari Bagir Manan, Anwar Usman, Achmad Sodiki, As’ad Ali, dan Sukma Violetta.

“Kedatangan saya bersama Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MK) sebenarnya ingin mengetahui kasus perkara dugaan suap yang menimpa Patrialis Akbar, salah satu hakim MK yang terjaring OTT KPK. Memang Patrialis Akbar sudah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai seorang hakim di MK, namun kita masih mendalami keputusan pengunduran diri Patrialis Akbar. Nanti akan kita lihat apakah yang bersangkutan akan diberhentikan secara tidak hormat apa tidak,” kata Bagir Manan di Gedung KPK, Kamis petang (2/2/2017).

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.