Manfaatkan Libur Pilkada, Masyarakat Malang Padati IBF 2017

165
RABU, 15 FEBRUARI 2017

MALANG — Menikmati masa libur nasional Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), banyak masyarakat Malang khususnya umat muslim yang justru memanfaatkannya untuk mendatangi acara Islamic Book Fair (IBF). Pameran buku Islam terbesar dan terlengkap tersebut sudah berlangsung sejak tanggal 10-16 Februari 2017 di Aula Skodam Kota Malang.

Pengunjung ramai memadati pameran buku di Malang.

Tidak hanya orang dewasa, mahasiswa hingga anak-anak sekolah tampak turut memadati setiap stan buku yang ada di IBF. Ribuan buku islami dengan berbagai judul dari ratusan penerbit tampak tertata rapi di stan para peserta pameran. Buku-buku best seller seperti La Tahzan hingga buku untuk anak-anak yang menceritakan 25 kisah nabi dan rasul bisa didapatkan dengan mudah di pameran ini. Begitu pula dengan novel bernuansa Islami dan Al-Quran juga dapat dibeli di sini.

Harga buku yang ditawarkan di IBF juga bisa dibilang jauh lebih terjangkau daripada di toko buku pada umumnya. Rata-rata para peserta pameran menawarkan potongan harga atau diskon sebesar 20-30% untuk setiap buku yang mereka jual.

Erna, salah satu mahasiswa mengaku, sudah beberapa kali datang di acara IBF dan ia juga merasa senang karena bisa mendapatkan buku-buku Islami yang sesuai dengan kantong mahasiswa.

“Setiap kali ada IBF selalu saya sempatkan untuk datang karena banyak buku bagus dengan harga yang terjangkau,” terangnya.

Namun begitu, Erna menyayangkan dengan adanya pungutan tiket masuk pada penyelenggaraan IBF kali ini. Menurutnya, dengan adanya biaya tiket masuk sebesar 3 ribu rupiah untuk mahasiswa dan 5 ribu rupiah untuk umum dapat mengurangi jumlah pengunjung ke IBF.

“Kalau dulu sih enak masuk tinggal masuk tidak ada tiket masuk, tapi sekarang malah dikenai biaya tiket masuk,” ucapnya.

Hal senada juga diucapkan Wahyu, salah satu penjaga stan buku. Menurutnya, dengan adanya tarikan tiket masuk justru dapat mengurangi jumlah pengunjung yang nantinya juga pasti berpengaruh pada penjualan buku para peserta pameran.

“Kalau dulu mungkin pengunjung bisa datang ke IBF dua sampai tiga kali. Tapi kalau sekarang mungkin mereka cuma datang sekali dan tidak kembali lagi daripada harus bayar tiket masuk lagi,” keluhnya.

Suasana pameran buku di Malang.

Sementara itu, tidak hanya menjual beragam jenis buku, dalam ajang IBF juga menjual berbagai jenis pakaian Islami mulai dari baju koko untuk pria dan juga pakaian muslimah serta hijab untuk wanita. Selain itu juga ada talk show, seminar dan juga bedah buku.

Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurcaliq

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.