Masyarakat NTB Diminta Waspadai Investasi Bodong

120
SELASA, 14 FEBRUARI 2017
 

MATARAM — Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Yusri, meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai praktik investasi bodong yang dijalankan oknum tidak bertanggung jawab dan bisa merugikan masyarakat.

Seminar keuangan, membangun optimisme industri jasa keuangan yang berdaya saing dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB.

“Untuk itu, selain waspada, masyarakat juga diminta lebih kritis dan tidak mudah mempercayakan keuangan dimiliki untuk dikelola investor bodong via online yang keberadaannya tidak jelas dan di luar NTB,” kata Yusri, di Mataram, Selasa (14/2/2017).

Masyarakat juga diminta harus pandai menyikapi, apa risiko yang ditimbulkan lebih besar daripada keuntungan yang didapatkan berinvestasi di lembaga keuangan resmi.

Selain keberadaan kantor tidak jelas, sistem pengelolaan keuangan yang diinvestasikan ke masyarakat juga tidak jelas dan rentan menimbulkan masalah, dengan sistem piramid dan berjejaring serta berpotensi akan runtuh, tidak mampu membayar investor lama.

“Model transaksi yang dilakukan dengan investor bodong. Bisanya menghimpun dana masyarakat seakan-akan ada produk yang ditawarkan. Sementara nilai barang tidak seberapa, karena itu untuk mengantisipasi investasi bodong, cek legalitas, perizinan, risiko serta keuntungan yang didapatkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, selain menggelar acara pertemuan tahunan pelaku industri jasa keuangan NTB, OJK juga menggelar seminar keuangan, membangun optimisme industri jasa keuangan yang berdaya saing dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB dengan melibatkan pelaku jasa keuangan dan usaha.

Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.