Melayani dengan Hati Moto Kader Damandiri di Posbindu PTM Bacang

866

SABTU, 11 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Tagline Posbindu PTM Bacang adalah ‘melayani dengan hati’. Memang benar adanya para petugas melayani dengan hati, mengingat tantangan sejak berdirinya Posbindu Bacang sangat besar. Mulai dari tantangan pendanaan sampai bagaimana mengubah cara pandang masyarakat mengenai pentingnya memeriksa kesehatan demi mencegah timbulnya penyakit, khususnya Penyakit Tidak Menular atau PTM.

Spanduk Posbindu PTM Bacang dengan Tagline ‘melayani dengan hati’

Keterlibatan beberapa kader Yayasan Damandiri dari Posdaya Bacang RW02, Srengseng Sawah dalam kepengurusan Posbindu PTM Bacang memberi warna tersendiri. Sebut saja salah satunya adalah Rumiyanti, Kepala administrasi Posdaya Bacang juga aktif sebagai Kepala Posbindu PTM Bacang. Tidak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan, namun Yanti sapaan karibnya, punya skill dalam mengorganisir sebuah kegiatan dengan baik.

Berangkat dari aspek kesehatan sebagai salah satu dari empat aspek pemberdayaan Yayasan Damandiri dalam mendirikan Posdaya di seluruh nusantara, Yanti diutus oleh pengurus Posdaya untuk mengikuti pelatihan menjadi petugas Posbindu awal 2016. Setelah mendirikan Posbindu PTM Bacang pada 4 Februari 2016, Yanti bersama empat rekan sesama pengurus Posdaya Bacang dan penggiat PKK RW02 Srengseng Sawah langsung tancap gas menggerakkan masyarakat untuk datang memeriksa kesehatan ke Posbindu PTM Bacang.

“ Sesuai tagline kami, gerakan kami dalam memberdayakan warga juga berangkat dari tagline itu. Ini gerakan sosial, tidak ada pamrih atau apapun, sehingga bekerja dengan hati adalah pilihan tepat untuk ditonjolkan oleh seluruh pengurus merangkap petugas Posbindu PTM Bacang,” kata Yanti.

Ketua Posbindu PTM Bacang, Rumiyanti (paling kiri)

Yanti bersama seluruh pengurus Posbindu PTM Bacang mulai berkeliling mengumpulkan jumlah lansia di seluruh RW02 Srengseng Sawah. Setelah data lengkap sekaligus mendapatkan ilmu lewat pelatihan, Yanti dan kawan-kawan masih berkeliling dari pintu ke pintu rumah warga untuk melakukan edukasi mengenai kesehatan. Selain itu, Yanti juga berusaha meluruskan sebagian masyarakat yang merasa belum masuk usia lansia, sehingga tidak perlu memeriksakan diri secara rutin ke Posbindu PTM Bacang.

“ Program Posbindu diluncurkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk melengkapi kehadiran Posyandu selama ini. Posyandu konsentrasi pada balita, bumil (ibu hamil –red) dan ibu menyusui. Posbindu PTM melanjutkannya sejak usia lima belas tahun sampai lansia. Jadi para ibu yang sudah usia di atas tiga puluh tahun turut masuk ke dalam pantauan kesehatan Posbindu,” lanjut Yanti.

Perlahan tapi pasti, kerja keras Yanti dan rekan-rekannya mulai membuahkan hasil. Hingga awal 2017, secara rutin mereka mampu melakukan cek kesehatan terhadap kurang lebih 150 jiwa warga RW02 Srengseng Sawah lintas usia (di luar balita) tiga kali dalam satu minggu setiap bulannya. Dan kegiatan ini memang banyak menyita waktu Yanti. Ia harus cermat dalam membagi waktu, karena pada dua minggu awal itulah sebenarnya fisik dan keteguhan hatinya diuji dalam padatnya kegiatan sosial mulai Posbindu PTM Bacang, Posdaya Bacang sampai urusan rumah tangga.

“ Kembali lagi ke awal, bahwa jika memang dengan hati ikhlas, apapun kegiatannya bisa dilalui dengan rasa sukacita. Sejauh ini keluarga khususnya suami mendukung penuh kegiatan saya di Posbindu PTM Bacang. Saya rasa keluarga masing-masing pengurus lainnya juga mendukung mereka,” tutup Yanti mengakhiri perbincangan.

Selama satu tahun perjalanan Posbindu PTM Bacang, hal paling membanggakan bagi Yanti beserta seluruh pengurus Posbindu adalah bagaimana keteguhan hati mereka dapat memberdayakan masyarakat agar tersadar untuk menempatkan kesehatan sebagai kebutuhan pokok sehari-hari. Tanpa kesehatan, suami tidak bisa berangkat mencari nafkah, anak tidak bisa bersekolah dan suasana keluarga akan sendu dengan keadaan tersebut.

Kartu Monitoring Sehat untuk warga

Walaupun ada tumpang tindih mengenai mana yang paling penting dalam hidup ini, tapi dalam konteks prinsip baku hidup sehat Posbindu PTM Bacang, kesehatan adalah yang terutama dalam sebuah keluarga.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw

Baca Juga
Lihat juga...