Menag: Kebebasan Beragama di Indonesia Harus Disertai Tanggungjawab

27

MINGGU, 12 FEBRUARI 2017

BOGOR — Menteri Agama, Lukman Hakim Syarifudin menybutkan, meskipun agama tidak secara resmi dijadikan sebagai dasar negara, namun negara menjamin kebebasan tiap-tiap warga negara untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaaannya masing-masing.

Menteri Agama, Lukman Hakim

“Kebebasan beragama di Indonesia harus disertai sikap tanggungjawab sehingga tidak mengancam kebebasan beragama umat lainnya,” katanya saat memberikan sambutan dalam Cap Go Meh Street Festival,  Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/2/2017).

Dijelaskan, pembatasan dilakukan bukan untuk mengekang kebebasan beragama bagi umat, tapi untuk menjamin kebebasan beragama orang lain serta untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan tuntutan moral dan kepentingan umum.

Ia juga menekankan pentingnya masyarakat untuk bersikap bijak menghadapi isu-isu yang merugikan, meskipun isu-isu tersebut sering mengatasnamakan agama. Masyarakat dan tokoh diminta untuk menyadari bahwa ekspresi keberagaman di Indonesia cenderung bersikap publik.

“Pemuka agama harus dapat melihat issu-issu tersebut dengan kritis dan arif, sehingga umat beragama tidak mudah digoyahkan dengan issu-issu yang dapat merugikan keutuhan bangsa dan negara,”sebutnya.

Silat Cimande

Cap Go Meh Street Festival yang diadakan pada 11 Februari 2017 ini sama seperti acara di tahun-tahun sebelumnya, perayaan dikemas dalam bentuk parade budaya. Semua elemen masyarakat hadir memenuhi jalan Surya Kancana hingga Sukasari untuk menyaksikan perayaan ini.

Jurnalis : Yohannes Krishna Fajar / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Yohannes Krishna Fajar

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.