banner lebaran

Menatap Keindahan Pulau Konga dan Perairan Flotim dari Ketinggian

175

MINGGU, 19 FEBRUARI 2017

LARANTUKA  —  Saban hari perhentian yang terdapat di samping jalan negara Trans Maumere-Larantuka, tepatnya di pertengahan jalan antara desa Eputobi dan Lewolaga selalu ramai dengan kerumunan orang yang rehat sejenak melepas lelah selama menempuh perjalanan darat.

Pemandangan pulau Konga dengan teluk dan pulau Solor di kejauhan terlihat sangat indah.

Pengendara yang menggunakan mobil pribadi dan sepeda motor selalu menjadikan tempat di ketinggian tersebut sebagai perhentian favorit untuk berfoto ria dengan latar belang pulau Konga di tengah laut dan panorama teluk serta pulau Solor yang berada di belakangnya.

Kepada Cendana News, Sabtu (18/2/2017) Yosefina Teluma, warga Larantuka yang ditemui di lokasi ini mengatakan, setiap kali menempuh perjalanan darat dengan suaminya ke Maumere, mereka selalu menjadikan tempat ini sebagai lokasi beristirahat sementara.

“Biasanya kami minum kopi atau teh dan makan makanan ringan sambil berfoto ria, sebab pemandangan laut dan pulau Konga sangat indah dilihat dari ketinggian jalan ini,” ungkapnya.

Yesi sapaannya menambahkan, bila hari libur seperti Sabtu dan Minggu atau hari raya menjelang Paskah, tempat ini sangat ramai didatangi pengendara khususnya sepeda motor untuk berfoto dan melepas lelah usai berkendara.

Simon Welan salah seorang pengendara sedang berfoto di tempat ini

Simon Welan, salah seorang wartawan yang bersama Cendana News saat menempuh perjalanan ke Maumere pun mengakui hal senada. Dikatakannya, bila ke Larantuka dari Ende atau sebaliknya dirinya selalu menyempatkan diri berisitirahat sejenak di tempat ini.

“Pemandangannya pun sangat indah bila dilihat dari tempat ini sehingga sayang bila tidak mengambil gambar dan beristirahat sejenak menghirup udara segar,” tuturnya.

Cendana News pun tak ketinggalan berselfie ria di tempat ini meski hujan sedang rintik dan membuat pengunjung sangat sepi. Meski demikian tidak mengurangi minat teman-teman wartawan untuk berfoto bersama sambil menikmati secangkir kopi yang dipesan di warung yang ada di sebelah jalan.

Terdapat empat buah warung yang menyediakan minuman kopi, teh, air mineral maupun minuman energi bagi pengendara yang mampir. Juga terdapat aneka makanan ringan, buah-buahan serta penjual pulsa telepon selular. Warung-warung ini terbuat dari bambu belah dan beratap ilalang dan seng.

Bangunan sederhana ini pun seakan membantu pengendara yang ingin rehat melepas penat dengan menikmati pemandangan yang sangat indah dari ketinggian jalan negara yang belum setahun diasapal mulus ini.

“Sejak ada pelebaran jalan dan pengaspalan, banyak pengendara yang berhenti di tempat ini sehingga kami pun membuka warung seadanya dan sementara waktu belum menjual makanan, “ sebut Tuti salah seorang penjual.

Deretan warung yang menjual aneka minuman dan makanan ringan bagi pengendara yang beristirahat

Jika dilihat, tempat ini meski dibuat seadanya namun area samping jalan negara sedikiti lebar sekitar tiga meter di sebelah iuara dan disemen. Pembatas jalan pun dibuat tidak terlalu tinggi dan sedikit lebar agar bisa dipergunakan sebagai tempat duduk.

Jurnalis : Ebed de Rosary / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.