Menikmati Wisata Arung Jeram di Mendak Lereng Wilis

344

MINGGU, 19 FEBRUARI 2017

PONOROGO — Salah satu objek wisata di Ponorogo yang paling pas digunakan untuk berlibur pada hari minggu adalah wisata air arung jeram, Mendak Lereng Wilis yang terletak di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung. Wisata yang baru dibuka selama satu bulan terakhir ini, sukses membetot perhatian masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya wisatawan pada akhir pekan yang bisa mencapai 150 orang dan untuk hari aktif mencapai 50 orang pengunjung.

Wisata arung jeram di Pulung

Wisata arung jeram di desa Wagir Kidul ini sedikit berbeda dengan arung jeram biasanya, karena menggunakan ban dalam truk yang di beri tali ditengahnya sebagai dudukan untuk keamanan atau disebut juga tubing oleh pengelola wisata. Untuk satu pengunjung ditarik Rp 20 ribu untuk setiap satu kali sewa tubing.

Salah satu pengelola, Warno saat ditemui di lokasi menjelaskan wisata ini menyuguhkan keindahan alam dan kejernihan air sungainya yang berasal dari sumber mata air gunung Wilis.

“Di sini masih alami jadi pengunjung disuguhi wisata alam,” kata Warno.

Saat ini disediakan 70 ban dan 40 alat keamanan yang berupa helm dan pelingung siku dan lutut serta rompi pelampung. Bahkan pengelola juga menyediakan fasilitas fotografer gratis di sepanjang aliran sungai.

“Pengunjung langsung bisa minta file setelah selesai arung jeram, gratis,” imbuhnya.

Wisata arung jeram di Pulung

Para pengunjung yang ingin menikmati wisata arung jeram ini harus mendaftar terlebih dahulu untuk mendapatkan nomor antrian serta membayar sewa tubing sebesar Rp. 20 ribu setalah itu, pengunjung diharusnya membawa tubing ke garis start yang berada di atas lerang gunung. Jika tidak ingin membawa tubing sendiri pengunjung juga bisa menambah biaya jasa angkut tubing sebesar Rp. 5 ribu.

“Peserta dilengkapi dengan peralatan keamanan, sebelum melakukan arung jeram peserta diwajibkan untuk melakukan pemanasan dan doa,” tuturnya.

Di sepanjang aliran sungai, lanjut warno, terdapat penjaga untuk melindungi para peserta arung jeram dari bahaya seperti terbalik atau terbentur batu besar atau terlepas dari tubing dikarenakan banyaknya jeram.

“Kami buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB sampai antrian habis,” tukasnya.

Panjang arung jeram yang dilalui peserta sejauh 2 KM. Sepanjang aliran sungai, selain menikmati derasnya aliran sungai, peserta juga bisa menikmati hamparan sawah milik warga sekitar.

“Kami juga menyediakan diskon bagi 10 peserta gratis 1 peserta,” pungkasnya.

Dapat Perhatian Serius Pemerintah

Keceriaan anak-anak

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Ponorogo, Ribut Riyanto yang sedang meninjau lokasi objek menyebutkan, Desa Wagir Kidul termasuk ke dalam salah satu desa wisata yang rencananya mendapatkan dana dari APBD sebesar Rp 25 juta. Dengan adanya potensi wisata alam yang luar biasa, Ribut berharap Desa Wagir Kidul bisa menjadi salah satu desa agrowisata.

“Tidak hanya memajukan wisatanya saja, potensi masyarakat juga diberdayakan, disini paling banyak sapi perah, nantinya itu juga bisa dijadikan daya tarik,” ujarnya.

Dalam area wisata, lanjut Ribut, tidak hanya arung jeram, ada titik–titik tertentu yang bisa digunakan untuk berkemah. Fasilitas umum yang dikelola oleh masyarakat mulai dari kamar mandi, mushola, tempat parkir yang luas dan ruang ganti mudah dijangkau.

“Akses menuju titik mulai arung jeram pun sudah kami perbaiki, beruntung warga mau membantu niat baik kami,” cakapnya.

Ide awal pembukaan arung jeram ini sebenarnya sudah berlangsung sejak November 2016 lalu, setelah melalui berbagai survey dan pengamanan yang dirasa cukup. Baru sekitar Januari 2017 lalu wisata ini dibuka untuk umum.

“Bahkan saat Kapolres Ponorogo datang kesini, juga mengutarakan ide yang sama, bagaimana kalau tempat ini dijadikan wisata arung jeram,” imbuhnya.

Salah satu pengunjung wisata ini, Rita Indriani menerangkan wisata alam seperti ini harus lebih diperbanyak di Ponorogo. Pasalnya, wisata alam bisa memberikan pelajaran yang bagus untuk anak–anak.

“Biasanya kan mainnya di mall atau hanya bermain gadget, kalau disini dikenalkan dengan alam, serunya bermain air di sungai dan menangkap ikan kecil-kecil, seperti ini kan jarang,” tandasnya.

Sedangkan salah satu peserta arung jeram, Ruli Setyaningrum mengaku senang bisa mendapatkan pengalaman yang luar biasa. “Ini kan baru pertama kali, apalagi ini masih alami, jadi luar biasa, meski sempat terseret arus selama 20 menit dan saya takut sekali, tapi ini seru,” pungkasnya.

Jurnalis : Charolin Pebrianti / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Charolin Pebrianti

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.