Miras Oplosan, Lima Orang Tewas, Satu Tersangka

68

RABU, 8 FEBRUARI 2017

BANTUL — Jajaran Kepolisian Polres Bantul akhirnya menetapkan salah seorang tersangka penjual minuman keras oplosan yang mengakibatkan sedikitnya 5 orang warga Bantul tewas meregang nyawa, Rabu (08/02/2017). Tersangka penjual minuman keras berinisial S warga Bantul tersebut ditangkap pada Selasa (07/02/2017) kemarin.

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Anggaito Hadi Prabowo (tengah).

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Anggaito Hadi Prabowo, menjelaskan, penangkapan tersangka dilakukan setelah pihaknya melalukan proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi pasca tewasnya sejumlah warga Bantul akibat pesta miras oploasan, Senin (06/02/2017) .

Berdasarkan informasi tersebut, jajarannya kemudian melakukan penggeledahan di tempat tersangka dan menemukan barang bukti berupa sisa-sisa minuman keras oplosan dalam sejumlah botol plastik air mineral serta minuman lain sebagai perasa.

“Memang botol-botol yang kita temukan sudah kosong. Hanya saja setelah kita teliti masih terdapat sisa-sisa minuman. Sisa-sisa minuman inilah yang kita jadikan barang bukti sekaligus sampel untuk selanjutnya kita serahkan ke Puslabfor Semarang untuk diteliti kandungannya lebih lanjut,” jelasnya di Mapolres Bantul, Rabu (08/02/2017).

Akibat perbuatannya, tersangka S akan dijerat pasal 204 KUHP tentang memperjualbelikan barang berbahaya dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Menurut pengakuan, tersangka membuat campuran miras oplosan ini dengan komposisi 90 persen alkohol murni yang dicampur air biasa serta minuman perasa. Campuran ini kemudian dimasukkan dalam kemasan plastik dan dijual seharga Rp 20 ribu tiap kemasan. Selama ini tersangka menjual di sekitar lokasi dan berdasarkan pesanan sejak 5 bulan terakhir,” ujarnya.

Sampai dengan Rabu siang, Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Anggaito Hadi Prabowo, menyebut, sedikitnya 5 orang dipastikan tewas akibat menenggak miras oplosan ini.  3 orang diketahui tewas pada Selasa, yakni S (50), WD (21), dan M (23). Serta 2 orang yakni P (40) dan K (35) tewas pada hari ini.

“Sampai dengan saat ini ada 5 orang tewas. Sementara 1 orang masih kritis dan dirawat di rumah sakit,” ujarnya Rabu Siang.

Anggaito menjelaskan kronologi tewasnya sejumlah warga itu terjadi saat Sabtu (05/02/2017) lalu. Ada beberapa warga Bantul membeli minuman oplosan di salah satu penjual kemudian meminum bersama teman-temannya. Pada Senin (06/02/2017) mereka mengalami sakit berupa mual dan muntah sehingga harus dirawat di sejumlah rumah sakit. Pada Selasa (07/02/2017) sejumlah warga tersebut tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia.

Aparat menggelar barang bukti miras oplosan yang menewaskan 4 orang.

“Sampai saat ini kita memang belum mendapatkan bukti materiil untuk produk minuman oplosannya. Tapi dari keterangan dokter memang ditemukan adanya gangguan di dalam tubuh korban akibat zat bebahaya,” katanya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto: Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.