Musik Sawer “Ikon” Stasiun Tawang, Semarang

183
KAMIS 2 FEBRUARI 2017
SEMARANG—Bagi penumpang yang ingin berpergian melewati Stasiun Tawang sekarang tidak perlu bosan menunggu. Pasalnya setiap hari ada pementasan musik sawer siap menghibur kejenuhan menunggu kereta. Musik sawer yang memadukan seni, budaya dan transportasi hadir sejak berapa tahun terakhir ini  dan sudah menjadi bagian layanan di stasiun yang diresmikan pada  19 Juli 1868 tersebut. Boleh dibilang musik sawer menjadi “ikon” stasiun ini. 
Musik sawer di Stasiun Tawang. 
Menurut Humas PT KAI Daop 4, Edy Koeswoyo, musik sawer adalah kelompok yang sudah menjadi binaan PT KAI. Lagu-lagu lintas genre, mulai dari pop, dangdut, blues, campursari sampai keroncong siap didendangkan untuk memanjakan mata dan telinga. 
Pengunjung pun bisa merequest (memesan)  lagu favorit hingga menyumbang suara dengan menjadi vokalis pementasan tersebut. Bagi pengunjung yang merasa terhibur dipersilahkan untuk mengisi kotak sawer yang diletakkan di depan pementasan, Nominalnya tidak ditentukan karena bentuk apresiasi terhadap penampilan mereka.
Baca Juga
“Ini merupakan komitmen kami untuk melayani pelanggan setia stasiun Tawang, sekaligus pelestarian seni dan budaya Indonesia,” ujar Edo.
Penampilan musik sawer ternyata cukup menghibur pengunjung, hal ini yang dirasakan Slamet, warga Gunungpati yang akan berpergian ke Jakarta bersama keluarganya. Menurutnya kehadiran musik sawer menjadi hiburan romantis menunggu jeda keberangkatan kereta, apalagi arsitektur bangunan stasiun yang cenderung klasik sangat mendukung suasana pementasan.
“Keluarga saya senang hiburan ini, apalagi ketika keretanya sudah datang terkesan musik sawer yang mengantar perginya kami,” kata Slamet.
Dari pantuan CDN, antusiasme pengunjung untuk datang ke pementasan musik sawer terbilang cukup tinggi, apalagi di malam hari banyak warga Semarang yang melepas kepenatan di Stasiun Tawang untuk hanya untuk melihat pementasan tersebut. 
Peminatnya tidak hanya dari orang tua, tetapi banyak juga pasangan muda-mudi yang terlihat menghabiskan malam, setelah itu dilanjutkan dengan menghabiskan malam menikmati keindahan Polder Tawang yang terletak persis di depan stasiun. Tertarik menikmati pementasan musik Sawer? Bagi mereka yang sudah melihat dan mendengar aksi musik sawer ini, rasanya sulit untuk “move on” dari Semarang.
Memikat penonton hingga sulit “move on” dari Semarang. 
Jurnalis: Khusnul Imanuddin/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Khusnul Imanuddin
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.